Pendidikan

3.335 Lulusan USU Diwisuda

MEDAN- Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si melantik 3.335 orang wisudawan dalam wisuda periode II T.A 2021/2022. Angka tersebut menggenapkan jumlah lulusan USU sampai saat ini sebanyak 234.874 orang. Prosesi wisuda ini diadakan secara hybrid di Auditorium USU, Senin (7/3/2022).

Wisudawan yang dilantik terdiri dari 55 orang dari program doktor, 433 orang program magister, 2 orang program magister dan dokter spesialis, 84 orang program pendidikan spesialis, 93 orang program dokter jenjang magister, 2 orang program pendidikan profesi, 2.380 orang program sarjana dan 104 orang dari program diploma.

Pelaksanaan wisuda sendiri dilaksanakan dalam empat sesi selama dua hari, dimana satu hari terdiri dari dua sesi wisuda. Pada gelaran wisuda kali ini pihak USU menampilkan sesuatu yang spesial dalam sesi hiburan, yakni penampilan dari The Profesor Band di hari pertama dan pada hari kedua, Selasa (8/3/2022) diisi dengan penampilan dari pimpinan universitas yang akan membawakan lagu-lagu hits andalannya.

Dalam pidatonya, Rektor USU, Muryanto Amin menyampaikan pesan penting agar setiap alumni USU selalu dihormati dan disegani oleh dunia kerja sebagai problem solver bagi industri. Pertama, para wisudawan harus bangga menjadi Alumni USU karena saat ini USU telah meraih pengakuan internasional, sebagai salah satu PTN-BH di Indonesia, dan kampus terbaik di Indonesia terutama wilayah bagian Barat Indonesia.

“USU juga akan berupaya memperbaiki capaian IKU setiap tahunnya melalui inovasi program Tri Darma Perguruan Tinggi dan memperkuat pelaksanaan MBKM serta prestasi mahasiswa,” katanya.

Oleh karena itu, rektor mengimbau, kepada para alumni untuk selalu memberikan informasi kepada program studi dan fakultas melalui platform Tracer Study. Platform ini membantu USU mendata perkembangan alumni.

“Tetaplah selalu membuka dan mengisi link usu.ac.id dan tracerstudy.usu.ac.id,” ujar rektor.

Pesan selanjutnya, setelah wisuda ini, alumni diharapkan memiliki motivasi kuat di dunia kerja karena bursa kerja sudah hypercompetitive labour market, serta harus terus bertransformasi untuk merespon disrupsi yang menerpa kehidupan. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan transformasi dalam diri sendiri melalui transformasi untuk selalu menjadi pembelajar yang tangguh dan transformasi dari warga manual menjadi warga digital.

“Saudara harus menunjukkan kemampuan dan passion yang Saudara asah, saat menempuh studi di kampus, kepada dunia industri yang memerlukan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi,” jelasnya.

Terakhir, Muryanto berpesan agar para wisudawan selalu berteman dengan berbagai orang yang berasal dari disiplin ilmu lain dan bergaul dengan industri. Menurutnya, ilmu yang dimiliki sekarang harus terus-menerus ditambah, diperbaharui dan dimodifikasi dengan ilmu-ilmu lain agar menghasilkan ide-ide yang sesuai dengan perubahan yang dibutuhkan dalam global market era.

“Jadilah pembaharu, jadilah inovator, jadilah leader. Jangan puas hanya menjadi follower dan generasi rebahan yang membiarkan waktu berlalu tanpa karya dan kinerja,” tuturnya.

Rektor juga menyampaikan bahwa saat ini USU telah menyusun Grand design untuk internasionalisasi dalam mencapai berbagai target yang tertera dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Renstra USU, serta Program Kerja Rektor selama 5 tahun ke depan.

“Ini adalah sebuah komitmen yang harus dipenuhi dan dijalankan dengan kesungguhan serta kerja sama yang baik antar civitas akademika USU,” ucapnya.

USU juga tengah merancang kelas kolaboratif dan partisipatif, blended learning, project based-learning, dan flipped classroom. Serta memperbanyak luaran riset yang memenuhi kebutuhan industri melalui program matching fund yang tersedia dalam platform kedai reka.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, sangat diperlukan dukungan dari seluruh alumni dan civitas akademika USU, para stakeholder dan mitra dunia usaha untuk berkolaborasi, dalam meningkatkan pencapaian USU sebagai perguruan tinggi yang memiliki reputasi baik di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya. (MS7)