Peristiwa

Aksi Pelajar di Asahan Duel Jadi Tontonan Temannya Viral di Medsos

ASAHAN– Beredar video di sosial media (sosmed) memperlihatkan aksi dua pelajar saling duel ala gladiator di sebuah pekebunan karet. Aksi itu direkam hingga ditonton oleh teman-temannya yang masih berpakaian sekolah.

Dilihat wartawan, Senin (20/12/2021) pada video berdurasi 29 detik terdapat dua anak lelaki masih mengenakan seragam sekolah terlihat saling pukul. Sementara itu, orang-orang disekelilingnya tampak menyoraki perkelahian mereka.

“Biarkan saja, biarkan saja,” kata suara dalam video tersebut saat salah satu pelajar di dalam video tersebut mulai kewalahan meladeni pukulan lawannya.

Duel itu berakhir saat salah seorang diantara mereka terlihat mulai kewalahan menghindari pukulan dan nyaris tersungkur setelah melompati parit yang ada di lokasi tersebut.

Kejadian itu disebut-sebut terjadi di kawasan perkebunan karet dekat pabrik benang Kisaran. Sementara kedua pelajar berasal dari salah satu sekolah Aliyah Negeri di Kisaran.

Ramli, kepala sekolah MAN Asahan dikonfirmasi wartawan membenarkan kedua siswanya terlibat aksi perkelahian dalam video tersebut.

“Iya benar, mereka adalah siswa kelas XI di MAN Asahan ini,” kata Ramli.

Dia menyebutkan, kejadian itu terjadi di luar sekolah sewaktu jam pelajaran berakhir, beberapa minggu yang lalu. Pihak sekolah telah mengetahui kejadian tersebut dan memanggil sejumlah siswa hingga orang tua yang terlihat dalam perkelahian itu untuk mendapatkan keterangan

“Kita panggil mereka, klarifikasi, panggil orangtua dan guru konseling. Setelah ditelaah kejadian itu telah mencoreng nama baik madrasah, nama baik guru, nama baik Kementrian agama. Artinya secara hakiki mencoreng nilai-nilai agama itu sendiri,”kata dia.

Termasuk kedua pelajar yang baku hantam dalam video tersebut, Ramli mengatakan, pihak sekolah telah memberikan sangsi tegas terhadap sejumlah siswa yang terlibat dalam video itu, sebagai efek pembelajaran agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Karena mereka telah melampaui batas, untuk kali ini kita kembalikan kepada orang tua supaya mereka jadi pelajaran juga dengan catatan kita tidak menghambat pendidikan mereka, kita tetap fasilitasi pemindahan mereka,” kata Ramli.

Ditanya terkait persoalan perkelahian, Ramli menyebut dikarenakan hal sepele.

“Kalau menurut informasi yang kita gali ketersinggungan, mulai dari membereng hingga memaki, ejek-ejekan,” kata dia. (MS10)