Ekonomi

Analis: Sentimen Perang Dominasi Pergerakan Rupiah

mediasumutku.com | JAKARTA – Pergerakan kurs rupiah di pasar spot, Rabu (20/11/2019) turun tipis 0,03% menjadi Rp 14.095 per dolar Amerika Serikat (AS). Serupa, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia juga terdepresiasi 0,04% ke Rp 14.097 per dolar AS.

Di pasar spot pergerakan rupiah terhadap dollar AS diprediksi masih akan mengalami pelemahan Kamis (21/11) hari ini. Hal ini terjadi lantaran masih mendominasinya sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, serta meningkatnya situasi politik di Hong Kong.

Menanggapi hal tersebut, Analis Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada Kamis (21/11) hari ini. Sentimen utamanya datang dari eksternal, seperti perkembangan perang dagang antara AS dengan China, serta kondisi politik di Hong Kong.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump baru saja merilis pernyataan bahwa dirinya mungkin akan menaikkan tarif impor lebih jauh jika negosiasi perang dagang dengan China gagal. Ketegangan antara kedua belah pihak meningkat lebih jauh setelah Senat AS mengeluarkan dua RUU terkait Hong Kong yang mendukung para pengunjuk rasa di kota itu.

Sementara itu, situasi di Hong Kong menjadi fokus ketika Senat AS dengan suara bulat mengeluarkan undang-undang yang mendukung para aksi protes di Hong Kong, dan kemudian menuai kritik dari kementerian luar negeri China.

“Kemungkinan rupiah baru akan menguat pekan depan, dengan harapan perang dagang akan mereda dan data ekonomi dalam negeri akan cukup positif,” kata Ibrahim Rabu (20/11).

Ibrahim mengungkapkan, prediksi analis bahwa suku bunga acuan (BI7DRR) akan dipertahankan di level 5% di November, sekaligus mencerminkan optimisme pasar bahwa perekonomian Tanah Air akan semakin baik ke depannya.

PDB tahun 2020 juga diprediksikan meningkat, dengan syarat pemerintah dapat melakukan berbagai perubahan struktural dengan menjadikan sektor investasi dan ekspor sebagai penunjang utama perekonomian.

Untuk perdagangan Kamis (21/11) Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan koreksi tipis, akibat terbantu lewat intervensi dari Bank Indonesia (BI). Prediksinya, rupiah akan bergerak di rentang harga Rp 14.075 per dollar AS-Rp 14.130 per dolar AS.