Hukrim

BNN RI Sebut Rekrut Penarik Betor Sebagai Kurir 60 Kg Sabu Modus Baru

mediasumutku | MEDAN – Zulkifli (43), penarik becak motor (betor) yang ditangkap petugas BNN RI di Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung, Selasa (10/12/2019) kemarin, terkait kasus 60 kg sabu, merupakan kurir sindikat narkoba Malaysia. Merekrut penarik betor tersebut sebagai kurir merupakan modus baru.

“Modus baru ini dilakukan sindikat narkoba untuk mengedarkan sabu-sabu di tengah-tengah masyarakat, dengan merekrut penarik betor menjadi kurir. Selanjutnya, menggunakan betor tersebut dengan keranjang yang biasa digunakan berbelanja di pasar untuk mengambil narkoba. Kemudian, disimpan di rumah kampung, bukan di apartemen, hotel, atau pemukiman ekslusif,” ungkap Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari saat memberikan keterangan pers di Kantor BNNP Sumut, Rabu (11/12/2019).

Dijelaskan Arman, penarik betor tersebut dimanfaatkan seolah-olah berbelanja ke pasar. Padahal, barang yang dibawa adalah narkoba di dalam keranjang yang diletakkan di kiri dan kanan betor.

“Makanya, modus ini harus menjadi perhatian bersama karena sabu-sabu yang ditempatkan di rumah kampung tidak menjadi target atau perhatian aparat. Sebab, jarang menemukan modus seperti ini. Hal itu tidak lain untuk mengelabui petugas,” terangnya.

Arman menyatakan, jaringan ini sebenarnya sudah cukup lama. Namun, mereka tidak selalu berhubungan satu dengan yang lain. “Bila dilihat dari barang bukti yang disita, kemasan sabu-sabu tersebut berasal dari pabrik yang sama dengan sindikat terdahulu yang pernah ditangkap dan disita,” ujar dia.

Meski begitu, sambungnya, secara laboratoris nanti akan dilakukan pemeriksaan jika kandungannya identik dengan kandungan barang bukti yang pernah disita sebelumnya. “Sementara ini bisa disimpulkan ada keterkaitan dengan sindikat lainnya,” cetus Arman.

Menurut Arman, penangkapan Zulkifli membuktikan bahwa peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat bukan hanya di tempat hiburan tapi juga di perkampungan. “Sumut merupakan pengguna terbesar nomor dua di Indonesia. Kota Medan adalah salah satu gudang yang terbanyak narkoba untuk dikirim ke wilayah-wilayah di Indonesia,” bebernya.