Hankam Headline Medan Peristiwa Sumut

Dandim Medan : Warga Harus Waspada Dan Jeli Oknum Yang Ngaku Prajurit TNI

Mediasumutku.com | Medan – Warga Medan harus waspada dan jeli, akhir-akhir ini, makin banyak cara orang mencari rezeki dengan cara cukup ekstrim, mulai dari pengakuan sebagai anggota TNI. Tidak hanya itu, pelaku bahkan terkesan meminta proyek ke instansi BUMN, semua proyek itu dilakoninya mulus selama 12 tahun.

Melihat keadaan itu, Selaku Komandan Kodim atau Dandim 0201/BS  mengimbau kepada semua warga Kota Medan agar tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum yang mengaku sebagai prajurit TNI.

Demikian hal yang dikatakan Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, kepada wartawan saat menyerahkan tersangka pelaku Muslianto (50) atau inisial M, warga asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (3/8/2020) kepada Kepolisian Resort Kota Besar Polrestabes Medan untuk diproses hukum.

Selaku Dandim Agus, melihat tindakan  pelaku yang mencatut institusi TNI biasanya adalah orang-orang yang lihai dalam berkomunikasi.

Bila menemukan kasus serupa, warga dapat segera melakukan kroscek dengan Babinsa atau Koramil terdekat, jika itu tindakan oknum tidak benar akan segera kita tindak, apalagi sampai mengaku anggota TNI ternyata tidak maka kita akan segera me angkapnya.

Menurut Agus bahwa pelaku M, telah menjadi TNI gadungan selama 12 tahun sejak 2008, saat dirinya berhenti kerja sebagai sopir pribadi seorang perwira menengah (Pamen) berpangkat Kolonel.

Selama menyaru sebagai TNI gadungan, kepada petugas mengaku bertugas di Denmadam I/BB.

Untuk meyakinkan orang-orang, maka pelaku M melengkapi diri dengan seragam PDL NKRI berpangkat Peltu, sepatu, baret, sangkur, dan sebuah pistol jenis airsoft gun.

Aksinya pelaku itu, terbongkar saat ia menumpang sepeda motor petugas Babinsa Koramil 0201-05/Medan Baru, Serka H Purba di kawasan Jalan Luku, tak jauh dari flyover Simpang Pos.

Saat itu, Babinsa Serka H. Purba curiga dengan pada seragam PDL dan logo NKRI yang dipakainya.

“Serka H Purba melihat seragam PDL yang dipakai pelaku tidak sesuai aturan yang berlaku,” kata Dandim 0201/BS.

Saat ditanya tentang KTA dan NRP, pelaku menjawab dengan berbelit-belit. Oleh Purba, M dibawa menuju ke Makaromil 0201-05/Medan Baru.

Saat interogasi, M mengaku jika dia prajurit TNI gadungan. “Akhirnya M mengakui dirinya sebagai tentara gadungan,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, pihak TNI menyita KTP, SIM, dan kartu keluarga milik M sebagai barang bukti. Dalam dokumen tersebut, M mencantumkan dirinya sebagai prajurit TNI AD.

Selama menjadi TNI gadungan, pelaku sudah memanfaatkan identitasnya untuk mempermudah pengurusan seperti kredit sepeda motor, melamar kerja, dan masuk perguruan tinggi untuk anaknya.

Tak hanya itu, pelaku juga memanfaatkan identitasnya untuk kegiatan proyek.

“Penggunaan identitas TNI AD di semua dokumen ini dimaksudkan pelaku untuk memudahkan aksinya dalam membacking kegiatan-kegiatan proyek, mulai dari  pengemasan tabung elpiji, dan kegiatan pemasangan kabel bawah tanah milik PLN,” ujarnya.

Dalam hal ini, bukan hanya TNI yang dirugikan. Tetapi juga Polri melalui pemalsuan identitas pada SIM dan perintah melalui pemalsuan identitas pada Kartu Keluarga (KK), sebut Dandim.

“Kami, Kodim 0201/BS akan mengajukan tuntutan kepada pelaku yang kini telah diserahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Dandim.