Headline

Edy Keluhkan Bangkai Babi : Orang Sedang Berpikir Ternak Babi yang Bagus,Kita Masih Ngurus Bangkainya

Mediasumutku.comI MEDAN-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi keluhkan hingga saat ini Sumatera Utara masih belum selesai tentang fenomena bangkai babi yang dibuang oknum mulai dari sungai hingga di tempat sampah. Imbasnya masyarakat jadi enggan makan ikan dan perekonomian masyarakat turut terganggu.

Pembuangan bangkai babi ke sungai dan danau di Sumatera Utara (Sumut) membuat masyarakat enggan mengonsumsi ikan. Nelayan dan pedagang ikan kena imbasnya. Saya ditegur Presiden gara-gara bangkai babi di Sumut,”keluhnya dalam kata sambutan Penyerahan DIPA 2020 kepada Satker dan Bupati/Walikota Selasa (19/11)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan, masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa virus hog cholera itu hanya menular dari dan kepada babi. Tidak berpindah ke ikan, maupun manusia dan lainnya.

“Masyarakat harus tahu, kalau itu benar-benar hog cholera, tidak menular kepada semuanya. Binatang lain, manusia. Tidak. Khusus memang menyerang babi. Ikan tidak ada masalah,” kata Edy. “Tapi mohon perhatian, yang pelihara babi uruslah babinya.Masa pelihara babi, gitu ada masalah, masalahnya diberikan pada orang, keuntungan ambil sendiri,”ungkapnya dengan nada prihatan. Dilayar monitor Edy menampilkan aneka gambar bangkai babi yang dibuang di sungai-sungai.

“Bayangkan orang sedang berpikir bagaimana cara beternak babi yang bagus, kita masih mikir mengurusi bangkai babi,”keluhnya dihadapan para undangan.

Terkait dengan masalah bangkai babi, kata Edy, semua pihak diminta membantu penanganannya. Termasuk pemerintah kabupaten dan kota, untuk mengerahkan kemampuan yang ada mencegah penyebaran virus yang sampai hari ini menyebabkan kematian 9.421 ekor babi. Selain itu juga diminta mencegah warga membuang ternak babi yang mati secara sembarangan.

“Kerahkan semua potensi yang ada. Satpol PP, dibantu polisi, tentara untuk menangani ini,” kata Edy.(MS4)