Ekonomi

Fortuna Tunjuk Gavin Simpson sebagai Chief Creative Officer

mediasumutku.com| MEDAN- Fortuna, sebagai heritage agency termuda yang baru menginjak usia satu tahun dengan identitas barunya tahun ini, menunjuk Gavin Simpson sebagai Chief Creative Officer.

Gavin, dengan pengalamannya yang luas dan pencapaian globalnya yang panjang, akan mengepalai divisi Integrated dan Public Relations bersama dengan Deputy CEO Fortuna, Sasa Ratna Puspita.

Fortuna yang baru saja melakukan rebranding tahun lalu setelah sebelumnya dikenal selama 49 tahun sebagai Fortune Indonesia, percaya bahwa creative leadership dan passion dari Gavin Simpson akan membawa Fortuna ke jenjang selanjutnya.

“Kreativitas adalah seni memecahkan masalah dan tantangan, dan dalam setiap momen penuh tantangan seperti yang kita hadapi sekarang, selalu ada peluang untuk munculnya kreativitas dan inovasi baru,” kata Deputy CEO Fortuna, Sasa Ratna Puspita, Minggu (8/11/2020).

Dengan posisi baru Fortuna sebagai perusahaan yang memiliki visi ‘Global-minded and Indonesia-rooted’, pihaknya mengumpulkan pemikiran brilian yang siap menghadapi tantangan dan peluang ke depannya.

“Saya sudah menjadi penggemar karya Gavin sejak lama. Beliau adalah orang yang membawa Indonesia memenangkan Silver Clio pertama pada tahun 2005 dan terus menerus mendapatkan pengakuan kemanapun dia pergi. Kami sama-sama memiliki semangat besar dalam menghasilkan gebrakan yang bermakna dan berhasil,” ucapnya.

“Fortuna merasa beruntung dan juga bersemangat bisa bekerja dengan Gavin. Saya percaya bahwa dia adalah pemimpin yang tepat untuk tenaga kreatif kami agar dapat menjadi yang teratas dalam industri ini,” lanjut Sasa Ratna Puspita.

Simpson memiliki pengalaman panjang dalam mengubah dan memimpin agensi di Malaysia, Filipina, dan Hong Kong. Ia bertugas untuk memberdayakan tenaga kreatif dan memberikan solusi modern untuk membangun merek kelas dunia.

“Covid-19 telah mengubah banyak aspek dalam hidup, tetapi satu hal yang pasti, keadaan ini juga membuka kemungkinan lain, termasuk untuk strategi komunikasi merek dan organisasi,” ujarnya. (MS11)