Ekonomi Headline

Gardu Induk Arun 250 MVA Energize Listrik Aceh Semakin Andal

mediasumutku.com | MEDAN : Untuk mewujudkan program 35.000 Mega Watt yang dicanangkan pemerintah, PT PLN (Persero) terus berbuat secara maksimal lewat perangkatnya di seluruh tanah air.

PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) yang bertugas melakukan pembangunan untuk penguatan sistem elektrifikasi lewat Gardu Induk (GI) dan transmisi di Sumatera Utara dan Aceh, menjadi salah satu ujung tombak merealisasikan program itu lewat sambungan tol listrik di Pulau Sumatera.

Setelah menyelesaikan sejumlah GI dan transmisi di sejumlah tempat, belum lama ini, PLN UIP SBU lewat tim Unit Proyek Pembangunan Jaringan (UPP Jar) Aceh, resmi mengoperasikan (Energize) Arun yang berlokasi di Jalan Medan-Banda Aceh, Gate 53, PT Arun NGL, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Aceh.

Manager UPP Jaringan Aceh Khairizal mengatakan di Medan, Rabu (11/12) , GI Arun IBT ini merupakan eksetension yang berguna untuk evakuasi daya dari pembangkit PLTNG Arun 2.

“Dengan beroperasinya ini kita tinggal menunggu 275 KV Arun 2. Sebelum dioperasikan, kami juga sudah melakukan proses back fiding. Mengevakuasi daya dari pembangkit 50 MW untuk tahap pertama, untuk tahap dua 50 MW lagi sampai tahap kelima sehingga total seluruhnya 250 MW,” katanya.

“Jadi, energize gardu induk ini untuk evakuasi daya yang nantinya akan menghasilkan sistem. Begitu masuk sistem Sumatera, nanti sistem yang akan menentukan dimana wilayah yang kekurangan. Di daerah Aceh saat ini beban puncak masih kekurangan daya jadi terpaksa didukung dari Sumut dan Sumsel,” tandasnya.

Sementara General Manager PLN UIP SBU Octavianus Padudung mengungkapkan, GI Arun, tersebut resmi energize pada 27 November 2019 lalu.

“Perlu diketahui, GI Arun terdiri dari 2 paket yang pertama Arun Extention dan Arun Incomer. Arun Extention itu yang pekerjaannya sudah selesai, untuk incomer segera menyusul,” ucap Padudung dikantornya di Jalan  Dr Cipto Medan, Rabu (11/12).

Dijelaskannya juga, GI Arun terdiri dari 2 bay. Untuk tahap awal yang menghubungkan sisi 150 Kv dan 275 Kv kedua trafo bay dan kedua dipasang trafo daya dengan kapasitas 1×60 MVA. “Untuk ini kita targetkan selesai pada semester 1 di 2020,” ucapnya optimis.

Tujuannya, kata Padudung, untuk evakuasi daya dari PLTMG Arun 250 MW. Sehingga bisa memperkuat sistem kelistrikan di aceh.

“Ini semua merupakan rangkain tol listrik. Jadi saat ini yang sudah selesai dari Lahat, Sumatera Selatan hingga Pangkalan Susu 275 KV. Nanti selanjutnya akan kita sambung dari Pangkalan Susu ke Sigli, kemudian 275 KV ke Arun,” katanya.*ed