Ekonomi

GCI Usulkan Lima Tahapan Transformasi Digital Industri

mediasumutku.com| MEDAN- Huawei merilis laporan tahunan Global Connectivity Index (GCI) 2020. Ini merupakan laporan tahunan GCI ketujuh sejak Huawei pertama kali mempublikasikannya dan menjadi laporan GCI pertama yang berisi usulan lima tahapan terpenting pada transformasi digital industri.

Zhang Hongxi, Chief Marketing Officer of Huawei’s ICT Infrastructure mengatakan, kelima tahapan yang diusulkan tersebut meliputi, efisiensi tugas, efisiensi fungsional, efisiensi sistem, efisiensi dan ketangkasan organisasi, serta efisiensi dan ketahanan ekosistem.

Temuan utama dari GCI 2020 adalah transformasi digital pada industri akan membantu negara dalam meningkatkan produktivitas, memacu pemulihan ekonomi dan mengembangkan daya saing di masa depan.

“Riset GCI menunjukkan bahwa ekonomi yang mampu meningkatkan produktivitas dan beralih ke digital dengan mendayagunakan konektivitas cerdas pada umumnya memperoleh manfaat berupa nilai tambah bruto (GVA) per pekerja atau per jam kerja yang lebih tinggi,” ujarnya, Minggu (14/2/2021).

Laporan tahun 2020 juga menunjukkan bahwa negara-negarta di kelompok Starters telah membuat kemajuan signifikan dalam cakupan broadband. Penetrasi broadband seluler mereka rata-rata naik lebih dari 2,5 kali lipat, langganan 4G mereka naik dari 1 persen menjadi 19 persen, dan broadband seluler mereka menjadi 25 persen lebih terjangkau.

“Pencapaian ini telah memungkinkan Starters untuk menawarkan layanan digital komprehensif yang lebih baik dan merangkul peluang baru dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.

Mohamad Rosidi, Director of Strategy & Business Huawei Indonesia mengonfirmasi bahwa teknologi-teknologi berbasis Cloud, AI, Machine Learning dan Big Data Analytics akan terus dikembangkan dan dihadirkan sebagai solusi untuk berbagai sektor dan industri di Indonesia.

“Huawei Indonesia akan terus mendukung dan terlibat aktif dalam upaya pemerataan jaringan telekomunikasi berkualitas demi terwujudnya transformasi digital di semua segmen, dari kelas enterprise hingga terutama pelaku usaha mikro yang saat ini membutuhkan solusi yang terjangkau, namun efektif, agar mampu beradaptasi di era digital ini,” pungkasnya. (MS11)