Ekonomi

Harga Emas Global Semakin ‘Kinclong’

mediasumutku.com | NEW YORK – Perdagangan Selasa (10/12/2019) harga emas dunia mencatatkan kenaikan. Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 1.467 per troy ounce pada pukul 1323 GMT. Sedangkan harga kontrak emas berjangka naik 0,5% menjadi US$ 1.471,50 per troy ounce.

Harga emas mengalami kenaikan menjelang digelarnya rapat The Federal Reserve yang berlangsung dua hari. Seluruh pelaku pasar menanti rapat ini untuk mengetahui outlook moneter untuk 2020.

“Harga emas mendaki seiring melemahnya dollar dan tampak berhati-hati seiring semakin dekatnya deadline tarif AS,” jelas FXTM analyst Lukman Otunuga seperti yang dikutip Reuters.

Dia menambahkan, jika Washington memberlakukan tarif tersebut, pengambilan risiko oleh investor di pasar finansial akan menurun hingga akhir tahun, sehingga mendongkrak emas.

Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak ingin untuk mengimplementasikan tarif baru atas barang-barang China pada 15 Desember mendatang, tapi menginginkan langkah China untuk menghindarinya.

Adanya perang dagang antara kedua negara dengan perekonomian terbesar dunia ini telah menimbulkan kecemasan akan terjadinya resesi, sehingga menempatkan emas ke posisi terbaiknya sejak 2010.

Melemahnya dollar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia juga memberikan sokongan terhadap emas.

“Emas telah bertahan di level US$ 1.450 per troy ounce meskipun kesepakatan dagang akan terjadi dan data tenaga kerja AS cukup kuat,” jelas analis UBS dalam laporannya.

“Dalam jangka pendek, jika The Fed memberikan pernyataan dengan tone hawkish, harga emas berisiko mengalami reposisi. Secara teknikal, hal ini bisa kembali menekan emas ke level US$ 1.410 per troy ounce,” tambahnya.

Sementara itu, The Fed diprediksi akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan ini.