Ekonomi

IHSG Sempat Merosot Tapi Berhasil Bertahan di Atas Level 6.100

mediasumuku.com | JAKARTA – Menjelang akhir perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat merosot hingga 6.086 berhasil bertahan di atas level 6.100. Jumat (22/11), IHSG turun 17,12 poin atau 0,28% ke 6.100,24 pada penutupan perdagangan. Dalam sepekan, IHSG turun 0,46%.

Enam sektor menyeret IHSG bergerak di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini. Sektor industri dasar turun 1,06%. Sektor konstruksi melemah 0,64%. Sektor manufaktur daan sektor keuangan turun masing-masing 0,39%.

Empat sektor masih menguat tipis-tipis di hari ini. Sektor perkebunan naik 0,22%. Sektor infrastruktur naik 0,19%. Sektor aneka industri menguat 0,15% dan sektor perdagangan dan jasa menanjak 0,05%.

Total volume transaksi bursa hingga penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini hanya mencapai 8,57 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,12 triliun. Volume dan nilai transaksi ini jauh di bawah rata-rata harian sepanjang 2019. Volume transaksi harian rata-rata BEI sejak awal tahun mencapai 14,83 miliar saham dengan nilai transaksi harian rata-rata Rp 9,22 triliun.

Sebanyak 245 saham turun harga hingga tutup pasar. Tapi, masih ada 152 saham yang berhasil menguat dan 148 saham flat.

Top losers LQ45 hari ini adalah:

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) -5,79%
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) -4,88%
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) -4,09%
Top gainers LQ45 terdiri dari:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 3,13%
PT United Tractors Tbk (UNTR) 2,94%
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 2,10%

Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 12,27 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) Rp 70.7 miliar, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) Rp 56,8 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 56,1 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) Rp 126,5 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 51,1 miliar, dan PT Indospring Tbk (INDS) Rp 37,8 miliar.