Sumut

Infrastruktur Toba Caldera Resort Ditargetkan Rampung 2021

mediasumutku.com lMEDAN-Pembangunan Toba Caldera Resort (TCR) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara terus dikejar di tengah pandemi COVID-19. Pembangunan TCR ditargetkan rampung pada 2021 dan diharapkan bisa menjelma seperti Nusa Dua Bali.

“Pembangunan berfokus pada infrastruktur dasar seperti akses jalan, saluran air dan beberapa fasilitas pendukung lainnya,” kata Direktur Destinasi BPODT Tata Syafaat Ridwanullah, Senin (31/8/2020).

Dia menyebutkan, pembangunan semakin cepat semenjak pemerintah mendapatkan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 386 hektar.

“Pembangunan tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat setempat. Khususnya yang berada di tiga desa, Sigapiton, Pardamean Sibisa dan Motung,” urainya.

Menurutnya, pembangunan dilaksanakan lintas kementerian dan lembaga yang diawali oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT). Sejauh ini progres pembangunan TCR cukup baik. Beberapa penyusunan perencanaan terus digarap.

“Kementerian PUPR sudah melakukan penyusunan rencana induk (masterplan) dan sudah mengarah ke Detail Engineering Drawing (DED),” ujar Tata.

Saat ini lanjutnya, pengembangan kawasan masih dilakukan di bagian Selatan. Pemerintah sudah merampungkan akses jalan sepanjang 1,9 Km. Sudah dimulai sejak 2019 lalu.

“Sekarang ini dari Balai Jalan Nasional, meneruskan tahap kedua. Nanti totalnya sekitar 8 Km,” ujarnya.

Untuk perencanaan seperti pembangunan pagar kawasan hingga gerbang masuk juga sudah dirampungkan. BPODT masih menunggu perampungan DED landscaping dan utilitas penunjang lainnya hingga akhir 2020. Sehingga bisa digarap pada 2021.

“Karena kita saat ini juga terkena dampak penghematan anggaran, pagar yang harusnya sudah terbangun tetapi kami harus reschedule. Tapi kita percepat di 2021 dan 2022,” sebut Tata.

Setelah semua utilitas dasar rampung, giliran investor yang akan membangun berbagai amenitas. Saat ini, pemerintah sudah memiliki The Kaldera Toba Nomadic Escape yang sudah rampung dan bisa dinikmati wisatawan.

“Bersamaan dengan pembangunan itu, kalau ada investor yang akan melakukan pembangunan, kita akan langsung mulai,” bebernya. (MS8)