Nasional

Jalinan Kolaborasi ACT dan TNI Membangun Negeri

MEDAN– Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkolaburasi dalam membangun negeri. Berbagai aksi dan program kemanusiaan antara ACT dan TNI, baik melalui TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU), telah terjalin sejak lama.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar, mengatakan, mulanya kolaborasi ACT bersama TNI hadir lewat Kapal Kemanusiaan Tepian Negeri, yakni memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Indonesia di wilayah Timur, pelosok, maupun yang sedang dilanda bencana.

“Lewat kerjasama ini, TNI Angkatan Laut turut menurunkan armada kapal militer atas instruksi Presiden, serta berkoordinasi dengan Kementerian Sosial demi memperluas aksi kemanusiaan,” katanya, Rabu (6/10/2021).

Salah satu aksi Kapal Kemanusiaan ini terjalin saat bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok pada 2018. Kapal ini berangkat membawa 1.200 ton bantuan logistik untuk dibagikan kepada para penyintas gempa, yang mana Kapal Kemanusiaan Lombok menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin.

ACT bersama TNI mengadakan program pembersihan sampah di bantaran Sungai sepanjang 269 kilometer ini. Bertempat di Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Tidak hanya itu, ACT bersama Relawan Masyarakat Indonesia (MRI) membagikan puluhan ribu paket makanan siap santap dari armada Humanity Food Truck ACT.

Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Afianto mengatakan, tidak hanya membangun kepedulian kepada masyarakat di tanah air, ACT bersama TNI Angkatan Darat berikhtiar mengumpulkan dukungan bagi etnis Rohingya lewat misi kemanusiaan dan perdamaian.

“Salah satunya dengan membentuk Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR), yakni sebuah lembaga yang berfokus mewujudkan persaudaraan dan perdamaian sejati bagi etnis Rohingya,”ujarnya.

Fokus kolaborasi ini adalah mendorong semua pihak untuk membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh maupun yang berada di Rakhine State, lewat bantuan ribuan ton paket pangan, pembangunan shelter, humanity card, dan program kemanusiaan bagi para pengungsi yang masih sulit dalam bertahan hidup di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi.

“Berbagai aksi dan program kemanusiaan semasa pandemi Covid-19 terus diikhtiarkan ACT bersama TNI, salah satunya melalui TNI Angkatan Udara dengan berkontribusi dalam kegiatan serbu vaksinasi dan pembagian sembako gratis dengan mengirim 1,5 ton Beras Wakaf,” katanya.

Tak hanya itu, ACT bersama TNI Angkatan Darat menyelenggarakan program santunan anak yatim piatu korban Covid-19, dengan memberikan bantuan uang pendidikan dan ekonomi serta bantuan paket pangan, demi mewujudkan mimpi-mimpi besar anak yatim piatu di tengah ketiadaan orang tua mereka.(MS11)