Ekonomi Medan Pendidikan Sumut

Jonson Lim, Motivator Yang Sukses Peroleh Peluang Di Masa Pandemi Covid-19

Betapa kecewanya Jonson Lim ketika seorang dokter keluarganya gagal dihadirkan di rumahnya dengan cepat. Padahal ayahnya sedang mendesak mendapatkan bantuan karena diserang penyakit jantung.

Jonson mengatakan di masa pandemi ini kalangan medis termasuk dokter harus berpikir seribu kali ketika hendak mendatangi orang yang sedang sakit. Mereka kuatir akan tertular Covid-19. Padahal, orang yang sakit belum tentu terpapar Korona. Dan ayahnya memang didiagnosis mengalami sakit jantung sejak lama, dan bukan terpapar Corona seperti yang dikuatirkan sang dokter.

Kekecewaan ini membuat motivator muda Indonesia asal Kota Medan ini menemukan gagasan cemerlang. Menurut Jonson, sang motivator itu, di masa pandemi Covid-19 ini orang semua harus bangkit. Kepercayaan semua orang, termasuk kalangan medis dan dunia usaha harus dipulihkan. Tidak perlu merasa takut berbuat, apalagi harus menolong orang lain.

“Pilihan menunggu dan melihat (wait and see) yang dilakukan pelaku usaha bukanlah pilihan terbaik. Termasuk memilih untuk sekedar bertahan, sebab hal tersebut hanya langkah penundaan kebangkrutan,” kata Jonson kepada mediasumutku.com di kantornya di Medan kemarin.

Sebagai motivator dan sebagai pengusaha di bidang event organizer, ayah dua putri ini mengakui bahwa usaha yang ditekuninya ikut terdampak Covid-19. Dirinya sempat harus merumahkan sejumlah karyawannya agar mampu bertahan dan survive.

Menurut dia, apa yang harus dilakukan, bukan wait and see (menunggu dan mencermati), bukan juga surviving (bertahan hidup). “Kita harus win (menang), pro aktif, lakukan hal positif. Kita harus coba segala cara agar bisa kembali bangkit,fokus peluang, kejar peluang, mencari peluang. Kemudian bekerja sama, berkolaborasi agar bisa bangkit dari masa sulit,” ujar pria kelahiran Medan 37 tahun silam ini.

Jonson membuktikan ucapannya. Peluang emas di masa pandemi ini dia dapatkan ketika dirinya menginisiasi cara virtual dan webinar para entrepreneur terbanyak di masa pandemi Covid-19 selama April-Agustus 2020.

Alumnus bidang pariwisata dan perhotelan IBBI Medan ini akhirnya mendapat penghargaan dari Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Jaya Suprana, setelah sukses menginisiasi acara tersebut.

Webinar para pengusaha secara virtual tersebut digelar secara maraton dengan menghadirkan 70 entrepreneur kompeten dengan berbagai topik seperti motivasi, marketing, branding, public speaking, bisnis franchise, selling, hukum,ekonomi ,media online, bisnis kuliner, digital marketing dan bisnis properti.

Acara itu bertujuan memberikan solusi bagi masyarakat khususnya pelaku usaha, menyikapi kebijakan pemerintah di masa work from home (WFH), PSBB. Sebab, aktivitas tidak bisa berjalan normal, karena semua dilakukan dari rumah. Akibat kondisi tersebut tidak sedikit bisnis yang kehilangan omset, bahkan ada juga yang kesulitan untuk bertahan.

Dengan latar belakang Jonson Lim sebagai enterpreneur, motivator, pelatih, coach, trainer, terinspirasi untuk turut berkontribusi bagi masyarakat.

“Saya berpikir bagaimana berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Sebab saya menemukan banyak perusahaan yang berkontribusi bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 melakukan pembelian masker, sembako, insentif untuk karyawannya,” ujarnya.

Ditengah situasi ini ekonomi yang menurun dan memasuki masa krisis dan resesi, semua pihak berpikir apa yang bisa dilakukan, untuk menghadapi musim Covid-19.

“Dengan background perusahaan yang dirintis selam 15 tahun, di JLIM Group kita memiliki perusahaan Even Organizer yang terdampak Covid-19. Tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa, di hotel, tempat keramaian dan saya juga properti developer dimana penjualan lesu sekali, sehingga saya membangun perusahaan house of creators, tempat berkumpulnya pengusaha, praktisi, motivator sukses di Indonesia,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencoba bangkit dengan segala cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Karena kalau kita berhenti, tidak akan bisa bangkit dan menang di masa-masa sulit ini. Prinsip saya, test everything, kita mencoba segala cara apapun supaya bisa bangkit. Saya mencoba membantu beberapa perusahaan mengadakan beberapa webinar,” ujarnya.

Menurut dia, setelah mengikuti acara webinar itu beberapa perusahaan yang dibantu bisa tumbuh dan omsetnya naik, seperti perusahaan dari Jakarta, Pelembang, dan Surabaya.

Jonson Lim menyebutkan sebenarnya formasi yang dilakukan harus menyerang disaat memasuki resesi adalah mencetak goal. “Sebenarnya pada saat resesi kita harus menyerang, lebih agresif, mengejar impian dan target-target. Karena disaat krisis itu ada peluang. Jika tidak ada strategi dan inovasi, kita akan kalah,” ujar Jonson yang saat ini menjabat General Manager Sky View Setiabudi Residence di Medan ini. (Puji Santoso)

Tinggalkan Balasan