Ekonomi

Jumlah Investor di Pasar Modal Belum Berkembang

mediasumutku.com| MEDAN- Belakangan sejumlah pesohor sekaligus influencer di media sosial banyak yang bercerita soal investasi saham. Ada pula yang menyampaikan sejumlah saham-saham yang mereka miliki besaran keuntungan yang mereka dapatkan dari investasi saham.

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution mengatakan, sejak lama, pelaku pasar modal termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya meningkatkan jumlah investor pasar modal untuk memberi kesempatan masyarakat menikmati keuntungan di masa depan melalui investasi saham. Namun, jumlah investor di pasar modal hingga kini belum berkembang signifikan.

“Jumlah investor saham saat ini baru sekitar 1,5 juta investor atau 0,5% dari total populasi 260 juta jiwa,” ungkapnya, Kamis (11/2/2021).

Upaya sosialisasi dan edukasi selama ini ditujukan anak-anak muda atau milenial, agar saat mereka sudah bekerja atau memiliki usaha di usia dewasa, mereka sudah memiliki kemahiran dalam berinvestasi.

“Terbukti, adanya media sosial yang menunjukkan banyaknya pesohor berinvestasi menjadi jendela bagi kaum muda untuk lebih sering mendengar investasi saham,”ujarnya.

Namun, ada kalanya, informasi yang disampaikan para pesohor cenderung memberikan pernyataan yang menjanjikan hasil investasi atas saham tertentu.

“Keuntungan yang mereka dapatkan dari satu atau beberapa saham mereka publikasi di sosmed. Sehingga dikhawatirkan, para pemula yang ingin memulai berinvestasi cenderung ikut memilih saham-saham yang dimiliki para selebritas tersebut,” katanya.

Padahal, pertimbangan dalam berinvestasi saham terutama bukan berasal dari pendapat seseorang atau sekelompok orang. Karena pernyataan ini bisa menyesatkan, dan bahkan bisa memberikan keuntungan bagi pihak tertentu dan merugikan pihak lainnya.

“Pilihlah saham perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang bagus, atau yang memiliki potensi perkembangan yang baik di masa depan, yang biasanya dipaparkan dalam analisa saham yang dibuat analis pasar modal,” katanya.(MS11)