Sumut

Tekan Stunting, PKK Akan Sosialisasikan Keluarga Sehat Tangguh Bencana di Asahan

mediasumutku.com | ASAHAN-Untuk menekan angka stunting, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Asahan akan mensosialisasikan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana.

Hal tersebut setelah PKK Asahan mendapatkan pembekalan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana secara virtual bersama dengan ketua TP PKK pusat, Tri Tito Karnavian dalam webinar yang bertemakan “Launching dan Sosialiasi gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana” di ruang Command Center Kantor Bupati Asahan, Senin (12/7/2021).

TP. PKK Asahan, Titiek Sugiharti Surya menegaskan, siap mendukung gerakan tersebut pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Arti keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana yaitu keluarga yang diprioritaskan, keluarga yang sehat, tanggap dan tangguh terhadap bencana, dalam pencegahan kejadian yang ada di rumah tangga maupun lingkungan,” kata Titiek menjelaskan.

Dikatakannya, latar belakang program ini yaitu, karena akhir-akhir ini Indonesia mengalami dampak penurunan kesehatan, kerusakan lingkungan dan belum maksimalnya perencanaan menuju keluarga sehat berkualitas, sehingga berakibat terjadinya bencana yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dengan melakukan kampanye melalui pilot project gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana.

“Untuk itu diperlukan individu, keluarga, dan masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan dan perencanaan dari aspek fisik, manusia maupun lingkungannya sehingga terjadi peningkatan kesehatan, peningkatan kelestarian lingkungan hidup, peningkatan perencanaan sehat,” ujarnya

Sebelumnya, Ketua TP. PKK Asahan, Titiek Sugiharti Surya berharap, melalui sosialisasi ini, para ketua Tim Penggerak PKK dapat saling berkoordinasi baik para Ketua TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama seluruh anggotanya, serta diharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pilot project ini. (MS10)