Kepada Presiden, Gubsu Paparkan Proyeksi Pengembangan Danau Toba

Jakarta, mediasumutku.com — Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk menjadikan dan mengembangkan kawasan Danau Toba menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian, bahkan menjadi salah satu dari 10 Bali baru yang dicanangkan oleh Prrsiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut keterangan resmi Humas Pemprov Sumut yang diterima para wartawan di Medan, Selasa (16/7/2019) siang, komitmen itu disampaikan Gubsu dalam Rapat Kabinet Terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Kepresidenan RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019) sore.

Kata Gubsu dalam rapat itu, ada beberapa isu strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas dan super prioritas.

Di antaranya, kata Gubsu, belum optimalnya kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba. Menurunnya, kualitas lingkungan Danau Toba menurun akibat limbah industri, domestik dan KJA (kerambah jaring apung).

Kemudian, sambung Gubsu, belum meratanya kualitas infrastruktur jalan di Kawasan Danau Toba, serta kurangnya aksesibilitas/jalan alternatif menuju Kawasan Danau Toba.

Untuk itu, kata Gubernur, diperlukan strategi pengembangan parisiwasata Danau Toba, yaitu optimalisasi penataan infrastruktur, fasilitas sosial dan fasilitas umum, penguatan budaya pendukung pariwisata, keberlangsungan ekologi Danau Toba, peningkatan kualitas lingkungan, pengendalian penduduk, serta prioritas Apbd dan peran serta APBN.

Terkait peningkatan infrastruktur, jelas Edy Rahmayadi, akan diimplementasikan melalui pembangunan Tol Medan–Tebingtinggi– Siantar–Parapat.

Lalu, pembangunan outer ringroad Samosir, pengembangan Bandara Kualanamu dan Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, dan Bandara Sibisa di Kota Parapat, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Lalu, sambung Gubsu, pengembangan pelabuhan dan memperlancar rute jalan ke danau Toba.

Sedangkan untuk fasilitas umum dan sosial, Gubsu mengatakan akan dibangun fasilitas ibadah (musholla), restoran/kliner halal, tourism information centre (Tic) 2 buah/kabupaten sekitar Danau Toba.

Lalu, toilet bersih sebanyak satu buah tiap jarak 5 km, parking area di setiap objek wisata, hotel bintang, serta kios souvenir atau centra UKM.

Pelestarian budaya pendukung pariwisata, kata Edy, akan dilakukan melalui peningkatan pendidikan formal dan non formal kepariwisataan, pelestarian cagar budaya, penguatan hospitality/pelayanan kepada wisatawan, dan pendidikan guide/pemandu wisata.

Untuk pelestarian lingkungan (ekologi), terangnya, diimplementasikan melalui peningkatan kualitas air danau dengan pengurangan KJA, pengendalian limbah domestik pemukiman, pengendalian limbah industri, pengendalian sampah dan pengendalian kerusakan hutan.

Selain itu, ujarnya, terkait ketersediaan lapangan kerja akan diutamakan penduduk lokal. Juga akan dilakukan pemberdayaan peningkatan organisasi kemasyarakatan, bimbingan teknis dan fasilitasi di bidang pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat terhadap sadar wisata.

“Pemprov Sumut, juga menjadikan strategi pengembangan kawasan Danau Toba dalam pembangunan Sumut, melalui priortas APBD, penanan APBN, CSR dan investor,” jelas Gubernur Edy Rahmayadi.(hh)

MS1

Next Post

Sumut Harus Bisa Jadi Produsen Kopi Terbesar di Indonesia

Sel Jul 16 , 2019
Berastagi, mediasumutku.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan Provinsi Sumut bisa menjadi produsen terbesar kopi di Indonesia. Hal itu sangat memungkinan mengingat posisi Sumut saat ini sebagai produsen terbesar ke empat nasional dan didukung perkebunan kopi yang luas. Hal itu diungkapkan Wagub Musa Rajekshah ketika menghadiri acara […]

Breaking News