Otomotif

Kinerja Industri Otomotif dan Elektronika Positif Di Internasional

mediasumutku.com| MEDAN- Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ekspor produk cetakan plastik dan aluminium (mold and dies). Peluang ini didukung oleh kinerja positif dari industri otomotif dan elektronika di Internasional.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Luther Palimbong mengatakan, Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ada dari produk mold and dies, mengingat mold
and dies merupakan bahan pendukung proses produksi di sektor manufaktur yang pengguna
terbesarnya adalah sektor otomotif dan elektronika di Jepang.

Menurut Luther, peluang tersebut dapat dimanfaatkan, mengingat positifnya kinerja industri
otomotif dan elektronika Indonesia. Selain itu, permintaan di sektor otomotif juga selalu
meningkat, sejalan dengan penjualan mobil dan motor yang terus naik setiap tahunnya.

“Namun, ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam bidang mold and dies Indonesia.
Antara lain, Indonesia belum mampu memproduksi mesin cetak berpresisi tinggi, sebagian besar bahan baku masih diperoleh dari luar negeri, kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni,
dan penggunaan mesin yang tidak kompatibel,” ungkap Luther, Minggu (11/10/2020).

Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto menyampaikan,
menyikapi segala tantangan dan hambatan di masa pandemi ini, Indonesia tetap harus dapat
memanfaatkan setiap peluang yang ada.

“Semua tantangan tersebut harus kita lalui bersama guna mendorong ekspor Indonesia di segala sektor, termasuk dengan memanfaatkan peluang pasar ekspor untuk produk mold and dies,” tegas Mendag.

Penasihat Akademi dari Japan Die & Mold Industry Association Etsujiro Yokota menyampaikan, walaupun pandemi belum usai, saat ini masih banyak perusahaan Jepang yang memilih untuk berinvestasi di Indonesia.

“Hal ini dikarenakan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, hubungan pemerintah kedua negara yang erat dan diminatinya
produk-produk Jepang di Indonesia,”pungkasnya. (MS11)

Tinggalkan Balasan