Pendidikan

KNPPSI ke-3 FIB USU : Pembelajaran dan Publikasi Bahasa Harus Inovatif

mediasumutku.com | MEDAN – Program Studi Linguistik Fakultas Ilmu Bahasa (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Konferansi Nasional Pascasarjana Program Studi Linguistik (KNPPSI) ke-3 di Aula Sekolah Pascasarjana USU.
Mengangkat tema, “Isu dan Aplikasi dalam Linguistik, Sastra dan Budaya” menghadirkan pembicara kunci dari Universitas Bengkulu Prof Safnil Arsyad MA PhD, dengan materi “Rhetorical Analysis of Academic Genre in English for Specific Purposes Contexts; Methodology Issues”, dan Dr Eddy Setia MEd TESP. (dosen FIB USU) dengan materi “Metalinguistik dalam Pembelajaran Bahasa”.
Konferensi Nasional yang dibuka oleh Wakil Dekan I FIB Prof Mauly Purba MA PhD, dihadir oleh ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa S2/S3 dan praktisi bahasa dari berbagai daerah, dab bahkan ada mahasiswa asing yang ikut hadir.
Turut hadir Ketua Prodi Linguistik USU Dr Eddy Setia MEd TESP, Sekretaris S3 Prodi Linguistik Dr Mulyadi MHum, Sekretaris S2 Prodi Linguistik Dr Thyrhaya Zein MA, yang juga selaku Ketua Panitia.
Prof Mauly Purba dalam pembukaan menyampaikan bahwa pimpinan FIB USU sangat mengapresiasi kegiatan KNPPSI ke-3 ini yang sangat luar biasa karena terlihat ratusan peserta hadir ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.
“Konferensi Nasional yang mengangkat Isu dan Aplikasi dalam Linguistik, Sastra dan Budaya ini harus kita manfaatkan bersama untuk menambah pengetahuan dan skill kita dalam mengembangkan kemampuan berbahasa. Kami pimpinan FIB merasa salut dan bangga, karena Prodi Linguistik ini sangat aktif melakukan kegiatan ilmiah, berbeda dengan Prodi-prodi lainnya. Kami berharap Prodi ini akan terus bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi pengajar dan praktisi bahasa di Sumetara Utara, karena kehadiran Prodi kita ini harus berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” sebutnya.
Dr Thyrhaya Zein, selaku Ketua Panitia berharap KNPPSI ke-3 ini akan memberi sumbangsih bagi para dosen, guru, mahasiswa dan praktisi bahasa dalam mengembangkan diri dan skill untuk menguasai konsep yang mutakhir dalam kajian bahasa.
“Kita mengangkat Isu dan aplikasi linguistik, sastra dan budaya ini dengan tujuan memberikan wadah bagi siapa saja yang menggeluti ketiga bidang ini untuk berkontribusi dalam konferensi ini. Kami berharap KNPPSI ke-3 ini akan memberikan manfaat baik bagi kita yang hadir selaku pemakalah dan peserta dalam mengembangkan dan meningkatkan pemahaman kajian bahasa, sastra dan budaya,” ujarnya.
Prof Safnil Arsyad dalam paparannya mengungkapkan bahwa kajian bahasa, sastra dan budaya saat ini masih kalah dengan bidang sains dan teknik dalam hal publikasi di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi Scopus dan jurnal nasional.
Diungkapkan, permasalahan besarnya adalah jurnal-jurnal Indonesia kalah saing dalam mencapai indeksasi jurnal bereputasi seperi Scopus, begitu juga para ahli dibidang bahasa, sastra dan budaya juga tidak bisa bersaing untuk meloloskan tulisannya untuk terbit di jurnal bereputasi tersebut. Bisa jadi salah satu faktornya adalah nilai juang dan etos dirinya dalam hal publikasi mudah menyerah. Dua, tiga kali ditolak oleh publisher, terus tidak mau melanjutkan kembali hingga berhasil dipublikasikan. Ada beberapa trik agar karya tulis ilmiah kita berhasil dipublikasikan di jurnal bereputasi, diantaranya: ikuti konferensi dengan luaran publikasi di jurnal terindeks scopus, tunjukkan kontribusi/signifikansi riset yang dilakukan dan kebaruan temuannya, pahami ekspektasi reviewer dan practice and patience.
“Agar artikel kita berhasil dipublikasikan di jurnal bereputasi, kita harus memahami struktur research article abstract, yaitu: background / indtoduction / situation, the purpose of the research, methodology / materials / subject of the procedure how research is conducted, results / findings, and conclusions / significance. Jika kita ada kemauan pasti ada jalan menuju publikasi karya kita di jurnal bereputasi internasional,” imbuhnya.(MS8)