Sumut

Konektivitas Antara Program Kerja Dinas Jadi Peluang Besar

mediasumutku.com|SERGAI-Konsultan Komunikasi dan Tata Kelola Pemerintahan OS Institute, Usman Effendi Sitorus menyebutkan, konektivitas atau saling berkesinambungan antara program kerja dinas satu dan dinas lainnya menjadi penting, dan semakin besar peluang disepakatinya suatu program tersebut.

Hal ini disampaikan Usman Effendi Sitorus dalam pertemuan Finalisasi Rancangan Rencana Strategi (Renstra) Perangkat Daerah tahun 2021 di Aula Sultan Serdang, Rabu (2/6/2021).

Hadir dalam kegiatan, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya beserta Wakil Bupati Adlin Tambunan dan Sekda, Faisal Hasrimy serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh perangkat daerah melalui zoom meeting.

Usman menambahkan, dinas bisa merancang program yang sederhana terukur dan terarah.

“Jangan memikirkan banyak-banyak karena nanti bingung dan terhambat dengan anggaran. Cari satu yang terkoneksi dengan lainnya dan manfaatnya juga terasa. Bahkan, bisa program tidak pakai anggaran, caranya dengan CSR libatkan pihak ketiga. Bahkan ada program yang bisa menghadirkan anggaran,” ujarnya.

Pemkab Sergai lanjutnya, telah menyepakati arah pembangunan daerah adalah Sapta Dambaan (Sapda) yang isinya diantaranya, sekolah mandiri, terampil, masyarakat sehat dan religius, pertanian berkelanjutan, infrastruktur terintegrasi,  ekonomi berdaya saing, wisata maju, dan inovasi untuk pengelolaan birokrasi dambaan.

“Semua perangkat pemerintahan harus mampu menerjemahkan Sapda dengan terukur dan terarah. Ada konsistensi dan integrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Darma Wijaya mengingatkan, kepada OPD yang hadir agar memperhatikan atau menjaga konsistensi antara RPJMD dengan Renstra perangkat daerah.

“Konsistensi ini penting agar semangat maju terus di RPJMD juga menjadi pijakan Renstra perangkat daerah. Sehingga janji politik kami bisa terealisasi,” katanya.

Khusus di pertanian, jalan, infrastruktur dan pertanian harus jadi terdepan.

“Belakangan ini hilangnya pupuk subsidi jadi masalah. Penyuluh harus bisa memberikan pengetahuan yang baik ke masyarakat. Harus pintar, jangan terpaku saja pada pupuk subsidi, karena pupuk subsidi juga kurang maksimal untuk tanaman,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan