Headline Kesehatan Medan Sumut

Masyarakat Himpun Dana Beli ADP Untuk Para Tenaga Medis di RS

Mediasumutku.com I Medan : Semakin merebaknya wabah virus Corona atau Covid 19 saat ini membangkitkan kesadaran sosial sejumlah warga masyarakat untuk terpanggil ikut berpartisipasi mendukung pemerintah, khususnya petugas medis yang menangani para pasien yang terduga atau pun yang sudah terpapar Covid 19.

Kelompok warga masyarakat yang tergabung dalam Yayasan HOPE di Medan, Sumatera Utara, menghimpun dana kepada masyarakat luas. Dana yang akan terkumpul nantinya akan dipakai sepenuhnya untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis di sejumlah rumah sakit (RS) di Sumatera Utara.

Menurut Ketua Yayasan HOPE, Samsudin Zhang, sampai periode 21-25 Maret 2020 jumlah dana masyarakat yang sudah masuk mencapai Rp.105.196.977.

“Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membeli antara lain, masker medis 3ply, masker N95, masker kain, sarung tangan medis, thermometer, alkohol 70% & 96%, sanitizer, baju pelindung diri, kacamata medis, penutup wajah, penutup rambut, sepatu boots, kaus kaki plastik, vitamin, dan medical equipment lainnya,” kata Samsudin kepada wartawan di Medan Kamis (26/3/2020).

Menurut dia, dalam menangani pasien ADP maupun ODP, setiap rumah sakit, rata-rata membutuhkan minimal 200 pcs masker, 200 sets sarung tangan, 100 liter alkohol dan Sanitizer per harinya, serta bahan medis lainnya.

“Bahkan untuk rumah sakit yang menangani pasien COVID-19, akan butuhkan sangat banyak APD. Karenanya YAYASAN HOPE menggalang dana untuk pengadaan APD dan medical equipment lainnya,” tambah Samsuddin.

Dia mengungkapkan, sejak merebaknya Covid 19 terutama di wilayah Sumatera Utara ini, wajah para dokter dan perawat itu terlihat sangat resah.

“Bagaimana mereka tidak gelisah? Pandemi virus Corona membutuhkan mereka untuk berjuang di garis depan menyelamatkan para Pasien, tetapi Alat Pelindung Diri (APD) mereka belum siap dan belum lengkap. Jika mereka sakit, lalu siapa yang akan merawat dan menyembuhkan para pasien nantinya?” ujar Samsudin.

Dia melanjutkan,”Kami hanya ingin mencoba untuk membuat mereka para tenaga medis ini menjadi tegar. Para dokter fokus merawat pasien Covid 19 saja, biar masalah APD, kami masyarakat dan pemerintah yang mengurusnya.”

Tapi, lanjut Samsudin Zhang, dalam pengadaan peralatan medical equipment pihaknya mengaku tidak mudah melakukannya.

“Jujur saja kami tidak bisa membantu mereka sendirian. Kami butuh bantuan semua orang, siapa saja yang hatinya mulia dan tergerak untuk membantu sesama kami persilakan dengan senang hati,” ujarnya.

Yayasan HOPE, dia menjelaskan, mengumpulakan donasi untuk membeli APD. Dan semua barang yang diterima pihak Yayasan, dipastikan akan terus disalurkan ke puluhan rumah sakit dan ratusan klinik pengobatan yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

“Akhirnya kami akan memastikan  para dokter, perawat, tenaga medis, hingga pasien yang datang maupun yang sedang dirawat dapat terlindungi dengan aman dari serangan Covid 19,” jelasnya.

Samsuddin mengatakan bagi siapa saja yang terbuka hatinya untuk membantu dan mendonasikan dananya dapat menyalurkannya ke rekening resmi atas nama Yayasan HOPE di BANK BCA dengan nomor rekening 7865998899.

“Kami mohon bagi penyumbang untuk memberikan kode dana : +1 di belakang, misalnya; Rp. 1.000.001. Untuk diketahui saja bahwa anggaran belanja saat ini sebesar Rp 124.900.000 (untuk 25-27 Maret 2020). Sedangkan kekurangan dananya mencapai Rp 141.579.023,” katanya. Laporan bantuan kemanusiaan ini dapat dilihat di: https://bit.ly/LAPORAN_25MAR20

Untuk diketahui, bahwa Yayasan HOPE (Yayasan Harapan Oasis Peduli Empati) adalah organisasi non profit khusus di bidang Kesehatan. Yayasan ini berdiri pada tanggal 19 Juli 2012, sebenarnya organisasi ini adalah kumpulan intelektual dan professional dari berbagai latar.

Kesediaan menolong masyarakat telah mempertemukan putra nusantara berbudi ini dalam satu wadah, dengan nama Helping Other People’s Expectation yang disingkat menjadi HOPE Team. Visi Hope  tertuang dalan nilai “Jembatan Harapan bagi pasien dari keluarga kurang mampu dibidang kesehatan”.

Pada tanggal 18 Januari 2018 lalu Organisasi HOPE Team diresmikan dan berubah nama menjadi Yayasan HOPE (Yayasan Harapan Oasis Peduli Empati). Pengurus Yasasan HOPE terdiri dari 9 orang pendiri, dengan anggota lebih dari 200 orang, karena intens pada kesehatan anggota yang bergabung di Yayasan HOPE mayoritas adalah para dokter. (MS5)