Ekonomi

OJK Sumbagut Intensifkan Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar

mediasumutku.com| MEDAN- OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional 5 Sumatera Bagian Utara bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kementerian Agama dan beberapa Bank penyelenggara program Simpanan Pelajar melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan/ publikasi/ sosialisasi secara intensif.

Yusup Ansori selaku Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara menyampaikan, tentang pentingnya pelaksanaan sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan literasi keuangan guna menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar.

“Sosialisasi ini dilakukan dari bulan Agustus, sebab sesuai data tahun 2019, kita mencatat rasio menabung terhadap PDB di Indonesia baru mencapai 30,78 persen, lebih rendah dibandingkan beberapa negara ASEAN,” katanya, Kamis (10/9/2020).

Dimana, antara lain karena rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia yang pada tahun 2019 baru sebesar 38,03 persen. Dengan jumlah pelajar di Indonesia 19,65 persen atau 52,5 juta jiwa sesuai data kependudukan tahun 2019

“Semakin besar persentase pelajar yang menabung di lembaga keuangan formal, akan memberikan potensi penghimpunan dana untuk pembangunan di berbagai sektor,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Sosialisasi virtual Gerakan Ayo Menabung dan Program Simpanan Pelajar kepada 100 santri dan dyah Pondok Pesantren Darularafah, Kabupaten Deli Serdang pada Agustus 2020.

Dilanjutkan dengan penyelenggaraan Edukasi dan Sosialisasi Simpanan Pelajar secara virtual kepada 100 pelajar SMP/Sederajat dari 12 Sekolah di Kota Tebing Tinggi, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Sumut dan Bank Mandiri.

Serta edukasi keuangan kepada 100 pelajar dari SMA Negeri 4 Medan dan SMA Santo Thomas 1 Medan, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan, BRI dan Bank Mestika Dharma. (MS11)