Ekonomi Medan

Pasar Modal Indonesia Distribusikan Ratusan Ribu Dosis Vaksin Di Sumut

MEDAN- Dalam rangka HUT 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, Self-Regulatory Organizations (SRO), yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendistribusikan ratusan ribu dosis vaksin di Sumatera Utara.

Direktur BEI yang juga Wakil Ketua Panitia HUT ke-44 pasar modal Indonesia, Risa E. Rustam menyampaikan, dukungan pasar modal Indonesia untuk mempercepat vaksinasi di Sumatera Utara, terutama di Kabupaten Asahan dan untuk mengantisipasi liburan Natal dan Tahun Baru.

“Kondisi yang kondusif saat ini harus kita manfaatkan dengan baik untuk percepatan vaksinasi. Jumlah masyarakat Kabupaten Asahan yang telah divaksin dosis 1 adalah sebesar 48%, serta dosis 2 sebesar 24%. Hal ini adalah salah satu faktor yang membuat kami, pasar modal Indonesia tergerak untuk mendukung pemerintah Kabupaten Asahan dalam mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat,” katanya, Jumat (26/11/2021).

Kali ini, katanya, pada pelaksanaan sentra vaksinasi di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, BEI, KPEI dan KSEI kembali bekerjasama dengan Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia (Pertiwi Indonesia) menyelenggarakan vaksinasi sebanyak 40 ribu dosis vaksin.

“Kabupaten Asahan menjadi kabupaten ke-5 di Sumatera Utara yang mendapatkan dukungan pelaksanaan vaksin dari pasar modal Indonesia, menyusul Kabupaten Karo, Simalungun, Toba dan Dairi yang telah dilaksanakan sejak sejak 13 November 2021, dengan jumlah 200 ribu dosis,” sebutnya.

Selain penyelenggaraan sentra vaksinasi, BEI, KPEI dan KSEI juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa 2 unit oksigen konsentrator, 750 unit rapid test antigen, 100 unit oximeter dan 360 box masker medis senilai Rp66 juta.

Wakil Bupati Kisaran Taufik Zainal Abidin mengatakan, meskipun saat ini beberapa wilayah kondisinya lebih baik, namun masyarakat harus tetap waspada. Saat ini Kisaran masih membutuhkan vaksin, namun jumlahnya belum memenuhi target.

“Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, salah satunya pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Taufik juga menyebutkan, Kabupaten Asahan yang terdiri dari 25 kecamatan dengan jumlah penduduk 769 ribu, ditargetkan 589 ribu masyarakat yang harus divaksin.

Kegiatan vaksinasi tersebut juga sejalan dengan program 10 ribu vaksin OJK yang telah diselenggarakan sejak Juni 2021. Program vaksinasi merupakan salah satu prasyarat bagi lembaga keuangan untuk fungsi intermediasi jasa keuangan, karena sebagian besar konsumen tergantung pada percepatan program vaksin.

“Percepatan program vaksinasi merupakan momen yang baik untuk pemulihan perekonomian, karena diharapkan ekonomi dapat tumbuh secara nasional, yang turut dapat mendukung pertumbuhan regional,” ujar Andi Muhammad Yusuf, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah.

Darariza Wahid, Sekjen Pertiwi Indonesia menambahkan, Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia (Pertiwi Indonesia) merupakan perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, yang berupaya berperan serta membantu pemerintah dalam mempercepat herd immunity. Penyelenggaraan sentra vaksinasi di Kisaran, Sumatera Utara merupakan kerjasama SRO dan Pertiwi Indonesia untuk yang kedua kalinya.

“Kami Pertiwi Indonesia sangat menghargai dan berterima kasih dengan komitmen OJK dan pasar modal Indonesia. Komitmen tersebut membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi agar merata ke seluruh Indonesia yang pada akhirnya membawa dampak pemulihan ekonomi pada umumnya, dan pasar modal pada khususnya,” pungkasnya.(MS11)

Tinggalkan Balasan