Ekonomi Headline Kesehatan Medan Nasional Sumut

Pelindo 1 Percepat Pengembangan Eks Kantor Pusat Jadi Rumah Sakit

mediasumutku.com I Medan: PT Pelindo 1 (Persero) akan melakukan optimalisasi terhadap aset-aset unggulan mereka. Salah satunya adalah eks gedung kantor pusat Pelindo 1 di Jalan Karakatau 100 Medan. Gedung itu secepatnya akan dikembangkan menjadi rumah sakit sekelas Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) di Jakarta, dalam rangka membantu mempercepat penanganan pasien Covid-19.

Sebelumnya, Pelindo 1 sudah sejak lama memiliki anak perusahaan di bidang kesehatan, yakni RSU Prima Husada Cipta (PHC) yang berlokasi di Belawan, Medan. Rumah sakit type C itu kebanyakan melayani kesehatan untuk masyarakat di kawasan Medan Utara dan sekitarnya saja.

“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Dr. Ausvin Geniusman (Kepala RS PHC) bahwa eks kantor pusat Pelindo 1 di Jalan Karakatau no.100 Medan itu sangat potensial sekali untuk dikembangan dalam bisnis kesehatan Pelindo 1. Kami akan mempercepat proses itu agar segera kita wujudkan di saat pandemi ini,” ujar Prasetyo, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis 1 Pelindo 1 kepada mediasumutku.com di Medan, Sumatera Utara, kemarin.

Dia mengatakan bahwa manajemen Pelindo 1 sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak yang terkait untuk percepatan rumah sakit tersebut. “Kami sedang mempersiapkannya. Apalagi salah tugas BUMN saat ini diarahkan untuk ikut menanggulangi penyebaran Covid-19,” tambahnya.

Menurutnya, dengan melihat potensi pengembangan bisnis kesehatan saat ini yang meningkat, tentunya lokasi di sekitar eks kantor pusat Pelindo 1 itu dinilai sangat strategis secara aksesbilitas. Karena aksesnya dekat jalan tol, di pusat kota Medan, dan space halamannya (tempat parkir) yang cukup luas.

Mantan Direktur PT Pelindo III (Persero) Surabaya ini mengatakan bahwa setidaknya pelayanan seperti medical check up dapat dilakukan RS Pelindo 1 ini dan untuk memperluas pelayanan kita kepada masyarakat terutama di bidang kesehatan.

“Pelayanan rumah sakit ini nantinya tidak hanya akan kita lakukan di wilayah operasional Pelindo 1 saja seperti Belawan saja, melainkan juga mencakup empat propinsi dimana Pelindo 1 beroperasi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Riau Kepulauan,” kata Prasetyo.

Soal waktu pelaksanaan mewujudkan itu, dia mengatakan RS ini nantinya akan menjadi bagian integrasi rumah sakit BUMN.

“Nanti kita sesuaikan waktunya. Sampai akhir tahun ini kami akan melakukan sejumlah MoU dengan mitra-mitra strategis kami. Kami akan melakukan omunikasi lagi dengan mitra-mitra strategis itu,” ujarnya.

Soal anggaran, Pelindo 1 hanya memasukan untuk program saja. Sedangkan investasi selanjutnya diharapkan berasal dari pihak di luar Pelindo 1.

“Kami akan melakukan efisiensi dan efektivitas dalam berinvestasi di bidang kesehatan ini. Harapannya nantinya dari mitra-mitra strategis itu nantinya yang akan melakukan investasi di rumah sakit Pelindo 1 ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Prima Husana Cipta (RS PHC) milik Pelindo 1, Dr. Ausvin Geniusman secara terpisah mengatakan pihaknya sejak awal ingin melakukan ekspansi bisnis kesehatan kepada masyarakat dengan cakupan yang lebih luas.

RS PHC yang dipimpinnya selama ini merupakan rumah sakit tipe C dimana pelayanan kesehatan yang dilakukan selama ini khususnya untuk masyarakat di sekitar kawasan Medan Utara, yakni kawasan dimana wilayah operasi Pelindo 1.

“Kami punya obsesi gedung bekas kantor pusat Pelindo 1 di Jalan Karakatau nomor 100 Medan itu dapat kita jadikan rumah sakit seperti rumah sakit Pertamina Pusat (RSPP) di Jakarta,” katanya menjawab mediasumutku.com kemarin.

Ausvin menilai selama ini BUMN tidak memiliki rumah sakit yang berada di tengah kota Medan. “Memang dulu pernah ada rumah sakit milik PTPN II di Jalan Putri Hijau Medan. Tapi saat ini sudah tidak ada lagi. Sedang rumah sakit milik PTPN II lainnya berada jauh dari Medan yang di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang,” katanya.

Soal anggaran, Ausvin masih menunggu keputusan dari perusahaan induk mereka yakni Pelindo 1 dan menunggu kebijakan teknis anggaran yang akan dikeluarkan Kementrian Negara BUMN akan menerapkan sinergitas rumah sakit BUMN.