Sumut

Pembangunan TCR Ditargetkan Rampung 2021

mediasumutku.com| TOBA- Pembangunan Toba Caldera Resort (TCR) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara terus digeber. Meskipun sedikit meleset di tengah hambatan pandemik COVID-19, namun ditargetkan akan segera rampung di tahun 2021.

Direktur Destinasi BPODT Tata Syafaat Ridwanullah mengatakan, pembangunan berfokus pada infrastruktur dasar. Seperti, akses jalan, saluran air dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

“Pembangunan itu semakin cepat semenjak pemerintah mendapatkan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 386 hektar,” sebutnya kepada wartawan, di Medan, kemarin.

Nantinya kata dia, TCR diprediksi akan menjelma seperti Nusa Dua Bali. Pembangunan tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat setempat. Khususnya yang berada di tiga desa, Sigapiton, Pardamean Sibisa dan Motung.

“Pembangunan dilaksanakan lintas kementerian dan lembaga. Diawaki oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT),”ucapnya.

Sejauh ini lanjutnya, progres pembangunan TCR cukup baik. Beberapa penyusunan perencanaan terus digarap.

“Kementerian PUPR sudah melakukan penyusunan rencana induk (masterplan) dan sudah mengarah ke Detail Engineering Drawing (DED),” ujarnya.

Saat ini, pengembangan kawasan masih dilakukan di bagian Selatan. Pemerintah sudah merampungkan akses jalan sepanjang 1,9 Km. Sudah dimulai sejak 2019 lalu.

“Sekarang ini dari Balai Jalan Nasional, meneruskan tahap kedua. Nanti totalnya sekitar 8 Km,” ujarnya.

Untuk perencanaan seperti pembangunan pagar kawasan hingga gerbang masuk juga sudah dirampungkan. BPODT masih menunggu perampungan DED lanskaping dan utilitas penunjang lainnya hingga akhir 2020. Sehingga bisa digarap pada 2021.

“Karena kita saat ini juga terkena dampak penghematan anggaran, pagar yang harusnya sudah terbangun tetapi kami harus reschedule. Tapi kita percepat di 2021 dan 2022,” ujar Tata.

Setelah semua utilitas dasar rampung, giliran investor yang akan membangun berbagai amenitas. Saat ini, pemerintah sudah memiliki The Kaldera Toba Nomadic Escape yang sudah rampung dan bisa dinikmati wisatawan.

“Bersamaan dengan pembangunan itu, kalau ada investor yang akan melakukan pembangunan, kita akan langsung mulai,” ujarnya.

Sembari melakukan pembangunan fisik, BPODT juga menggenjot peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia. Pihaknya sudah menyiapkan berbagai program pengembangan masyarakat.

“Mulai dari sisi pertanian, pendidikan hingga kepariwisataan. Sehingga nantinya, kelak TCR rampung, masyarakat setempat bisa mengambil peran di sana. Pengembangan masyarakat difokuskan kepada tiga desa sekitar,”bebernya.

Yang teranyar sambungnya, BPODT melakukan pelatihan tarian tradisional di Desa Sigapiton. Kemudian, bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian warga.

Sehingga katanya, bisa menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual lebih di pasaran. Potensi pertanian seperti, padi, kopi, bawang dan lainnya bisa menjadi produk unggulan jika dimanajemen dengan baik.

“Dengan potensi yang begitu besar, tiga desa ini pun akan dijadikan sebagai desa wisata. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mempersiapkan rencana induk pengembangan Sigapiton, Pardamean Sibisa dan Motung sebagai desa wisata,”ungkapnya.

Pembangunan ini pun mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Mereka ingin pembangunan terus dilanjutkan supaya bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

“Kita sangat senang, kita sangat bangga, pemerintah pusat memberikan kesempatan pada daerah kita untuk dibangun. Saya pastikan kami dari Bius Nadapdap, sangat mendukung program kerja pemerintah,” ujar salah seorang tokoh masyarakat adat Desa Sigapiton, Tohonan Nadapdap.

Masyarakat ingin pembangunan TCR segera dirampungkan. Sehingga dampaknya bisa cepat dirasakan. (MS11)