Ekonomi

Pertamina Gulirkan 11,9 Miliar Untuk Kebangkitan UMKM

mediasumutku.com| MEDAN- UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan sektor perekonomian. Meski sempat tersungkur dipukul pandemi, UMKM mulai bergerak bangkit dari himpitan resesi.

Membantu kebangkitan UMKM Sumut, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I gencar melakukan beragam upaya. Salah satunya melalui perluasan akses permodalan bergulir super lunak yang disosialisasikan di hadapan para pejabat dinas koperasi dan pariwisata di tujuh kabupaten kota di sekitar Danau Toba.

Dalam kegiatan yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI itu, Roby menjelaskan, Pertamina telah menyalurkan permodalan bergulir bagi UMKM di wilayah wisata Danau Toba tahap pertama sebesar 5,4 miliar rupiah. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami harapkan lebih banyak lagi UMKM yang mendapatkan akses permodalan lunak ini.

Hingga Oktober 2020, Pertamina MOR I telah menyalurkan dana permodalan 11,9 miliar rupiah melalui Program Kemitraan (PK). Sebesar 6,2 milar rupiah diantaranya, disalurkan untuk UMKM wilayah Sumut.

“Selama masa pandemi, kami memberikan keringanan bagi UMKM mitra binaan berupa penundaan pembayaran. Jadi UMKM yang kondisi usahanya sedang turun, untuk periode waktu tertentu dibebaskan dari kewajiban bayar cicilan pinjaman. Tanpa dikenakan denda,” jelas Roby,Kamis (15/10/2020).

Disamping dukungan permodalan bergulir bagi UMKM, Pertamina juga melakukan pembinaan kepada kelompok-kelompok usaha yang berada di sekitar wilayah operasional Pertamina. Salah satunya, kelompok usaha binaan “Keramba Ayah Amanah” yang berada di ring satu wilayah Integrated Terminal (IT) BBM Medan Group di Belawan.

Kelompok yang sudah dirintis sejak tahun 2018 ini, bergerak dibidang pembudidayaan tambak ikan serta penjualan makanan hasil olahan dari ikan Siakap. Tidak tanggung-tanggung pada hari senin (12/10), kelompok yang beranggotakan lima orang ini berhasil memanen setidaknya 138 Kg ikan siakap (Kakap Putih)

“Dari 138 Kg ikan siakap yang dipanen, kelompok nelayan tersebut bisa memperoleh pendapatan ekonomi sebesar sembilan juta rupiah. Bukan itu saja, sebagian hasil panen akan diolah kembali menjadi menjadi Nugget ikan yang tentu saja nilai jualnya lebih tinggi,” pungkasnya. (MS11)

Tinggalkan Balasan