Ekonomi

Piutang Tak Tertagih UMKM Pasar Tradisional, Bukti Ekonomi Sumut Bermasalah

mediasumutku.com|MEDAN- Rantai pasokan penjualan kebutuhan bahan pokok pada umumnya, adalah dengan model penitipan barang dagangan kepada pembeli tanpa harus membayar secara cash. Hal ini jadi pemicu adanya piutang tak tertagih dari UMKM pasar tersebut. Ini membuktikan ekonomi Sumut sedang bermasalah.

Didalam suatu pasar, seorang pedagang besar akan memiliki banyak pendagang dibawahnya yang memasarkan barang dari pedagang besar tersebut.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, saat ini konsumen banyak yang menunggak atau tidak mampu membayar hutang ke pengecer. Begitupun pengecer, juga tidak mampu membayar hutang ke pedagang besar.

“Akhirnya, terpaksa pedagang besar memberikan tenor yang lebih lama untuk menjaga pelanggannya. Petani yang menitipkan hasil tanamannya ke pedagang besar, juga terpaksa harus menerima pembayaran yang kerap tertunda,”katanya, Sabtu (12/9/2020).

Sehingga katanya, muncul persaingan yang kurang sehat di pasar tradisional saat ini. Pedagang besar terpaksa harus menyediakan modal yang lebih banyak. Disisi lain, perbankan juga banyak yang tidak berani memberikan pinjaman ke sektor perdagangan karena rawan macet.

“Tidak sedikit pedagang besar yang terpaksa menutup usahanya yang membuat pedagang pengecer dibawahnya juga kehilangan lapak dagangannya.

“Piutang pedagang besar yang tak tertagih memberikan gambaran buram bahwa ekonomi di level bawah, atau bahkan sektor ekonomi yang menyediakan kebutuhan dasar masyarakat tengah bermasalah. Tengah terjadi “seleksi alam” di pasar tradisional, dengan tingkat persaingan ketat. Yang nantinya akan memunculkan hanya beberapa pedagang besar yang berpotensi memonopoli harga,” ujarnya.

Dan yang harus lebih diwaspadai, gambaran pasar tradisional di Sumut atau juga diwilayah lain saat ini, mengindikasikan pentingnya mitigasi terkait kemungkinan memburuknya ekonomi di level bawah. Salah satunya adalah dengan memberikan program bantuan tunai kepada pelaku UMKM. Dan yang tak kalah penting harus tepat sasaran.(MS11)