Ekonomi

Produksi Emping Melinjo di Lubuk Besar Capai 7 Ton

mediasumutku.com | BATUBARA – Desa Lubuk Besar Kecamatan Datuk Limapuluh Kabupaten Batubara dikenal sebagai sentra ekonomi keluarga mandiri pembuatan emping melinjo. Ibu rumah tangga di daerah ini secara mandiri membuat usaha tersebut di rumah mereka untuk membantu perekonomiam rumah tangga. Rata-tara dalam sebulan produksi mereka mencapai 7 ton.

Melihat hal itu, Bupati Batubara, Zahir MAP didampingi Ketua TP PKK Maya Indriasari memberikan bantuan 100 unit alat press emping melinjo kepada perajin, dengan harapan dapat meningkatkan hasil produksinya.

“Bantuan ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat pelaku usaha. Semoga bantuan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk kembali bangkit di tengah Adabtasi Kebiasaan Baru,” kata Zahir di hadapan para perajin emping melinjo di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Datuk Limapuluh, Rabu (16/9/2020).

Dijelaskan Zahir, bantuan alat press emping ini diberikan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha, sehingga target yang diharapkan tercapai, sekaligus mampu memenuhi permintaan pasar.

“Sebagaimana yang kita harapkan, semoga emping melinjo Batubara mampu menembus pasar modern,” katanya.

Oleh karena itu, ke depan pemerintah melalui instansi terkait akan memberikan pelatihan-pelatihan mengemas produk, termasuk alat-alat yang dibutuhkan sehingga produk emping yang dihasilkan perajin tampil menarik dan tampak higenis.

“Jangan bosan untuk belajar, sekarang zaman modern apa saja bisa dilakukan asalkan kita tak berhenti untuk membaca dan belajar,” kata Zahir memotivasi pelaku usaha.

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah daerah dan pusat bersinergi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, masih banyak program-program yang akan dikucurkan sesuai keahlian masing-masing masyarakat, mulai dari menjahit, beternak, pertanian, perikanan, dll.

“Bantuan yang diberikan harus terarah sehingga tepat sasaran sehingga bermanfaat dan tidak melanggar hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Zahir kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari. Bagi pelaku pelanggaran, maka akan ditindak tegas sesuai Peraturan Bupati. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran tidak mengenakan masker di ruang publik.

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa (Kades) Lubuk Besar, Sutiono mengatakan, perajin usaha emping melinjo berdasarkan data sebanyak 200 KK. Usaha ini sudah dilakukan secara turun temurun, dan sudah menembus pasar tradisionil sejumlah kabupaten/Kota di Sumut.

Sutiono mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Zahir, sebab bantuan alat press yang diberikan akan meningkatkan produktivitas emping sehingga mampu mencukupi permintaan pasar. (MS10)

Tinggalkan Balasan