Pendidikan

Prof. Syawal Gultom:  Tiga Fakta Empirik Sukses di Dunia Kerja

MEDAN- Ketua Senat Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd menyampaikan, ada tiga fakta empirik agar para wisudawan mudah mendapatkan pekerjaan dan survive dalam bekerja.

Diantaranya kata Syawal, yang pertama seleksi dalam memasuki pekerjaan baru, berupa administrasi seperti akreditasi, jenjang pendidikan, indeks prestasi dan lainnya. Didalam seleksi, yang akan bertahan adalah orang yang memiliki logical dan analogical thinking, memiliki karakter yang baik dan etika bekerja yang disiplin, dan kesehatan fisik, poin pertama ini penting untuk diwujudkan dalam diri para wisudawan agar sukses didunia kerja.

Kedua, kejujuran.  Dimaa, poin kedua ini adalah awal mula segalanya, kunci kemakmuran dan kesejahteraan adalah kejujuran. Bentuklah diri dan perilaku kita agar memiliki kejujuran yang baik. Melalui kejujuran akan lahir kepercayaan dan penilaian positif lainnya dari orang lain atas diri kita.

Ketiga adalah memiliki softskill, dimana karakter dan perilaku yang baik, sopan santun dan inisiatif sangat penting dalam sebuah pekerjaan. Memiliki inisiatif yang baik dalam sikap, prilaku dan tindakan kadangkala sulit muncul bagi ilmuwan, ini yang harus cepat disadari dan harus ada upaya. Inisiatif, kreativitas dan kolaborasi menjadi nilai lebih bagi kita jika ingin sukses di dunia kerja.

Hal itu disampaikan Prof Syawal Gultom pada oorasi ilmiah di hadapan 1076 lulusan Unimed dalam pelaksanaan Wisuda Daring periode Februari 2022 yang digelar melalui Zoom Meeting dan Streaming Youtube, serta secara luring terbatas yang dilaksanakan di Ruang Sidang A Gedung Pusat Administrasi Universitas Negeri Medan pada Rabu, (23/2/2022).

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. menambahkan, bahwa ada tiga konsep penting dalam mempersiapkan diri sebagai SDM yang tangguh untuk Indonesia Maju. Diantaranya, pertama mindset (pola pikir), tidak ada perubahan tanpa ada perubahan pola pikir masyarakat untuk berubah. Perubahan pola pikir yang menempatkan saudara bekerja bekerja adalah kehormatan, bekerja sebagai harga diri, bekerja adalah melayani orang, bekerja adalah beribadah.

Kedua Technical Skill yaitu tools untuk menjadi pembelajar yang tangguh dengan memiliki kompentasi IT, teknologi, independen learning dan literate langue skill keterampilan komunikasi dalam bahasa asing yang saat ini harus dimiliki generasi muda.

“Dan yang ketiga yaitu, transfromatice skill diantaranya Create New Value yaitu transformasi nilai- nilai baru, inovasi baru dan pola/cara baru dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hidup ini selalu ada perbedaan Culture, Ekonomi, Sosial dan Politik. Kita harus bisa menjadi Reconsiling Tense and Dilema, yang mengharmonisasikan permasalahan-permasalahan tersebut,” pungkasnya. (MS7)