Ekonomi

PSBB di DKI, Rupiah Anjlok Dekati Rp15 Ribu

mediasumutku.com| MEDAN- Pemberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta yang tidak seketat seperti perkiraan sebelumnya tentunya tidak akan membuat pelaku pasar bereaksi terlalu berlebihan. Dari pantauan di pasar keuangan, mata uang rupiah masih terpantau melemah dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

“Di pasar spot, mata uang Rupiah melemah dikisaran level 14.925 per US Dolar. Dan diperdagangkan dalam rentang lebar hingga 14.979. Dan saya masih menemukan transaksi mata uang Rupiah yang sempat diperdagangkan di atas 15 ribu atau tepatnya 15.029 per US Dolar pagi ini,”kata Analis Keuangan Sumut, Gunawan Benjamin, kepada wartawan di Medan, Senin (14/9/2020).

Hanya saja kata Gunawan, berkaca kepada kinerja mata uang rupiah yang masih berkonsolidasi dikisaran 15ribuan per US Dolar. Dan sentimen eksternal yang masih dirudung oleh aksi balasan antara AS dan China. Pada dasarnya kinerja pasar keuangan belum sepenuhnya ditopang oleh fundamental yang kokoh. Dan sangat rawan untuk tetap masuk ke zona merah.

“Selain itu  nilai tukar Rupiah akan dinaungi berita positif dari data neraca dagang yang diperkirakan masih akan surplus. Meskipun disisi lain, surplus neraca dagang tersebut justru memberikan indikasi bahwa tekanan ekonomi kedepan masih akan tetap buruk. Karena impor yang banyak didominasi oleh bahan baku penolong sebenarnya menjadi katalis pemulihan kinerja ekonomi kedepan,” ujarnya.

Belum lagi rapat gubernur Bank Sentral AS akan menjadi sentiment selanjutnya yang akan menggerakan pasar. Dimana sejauh ini pelaku pasar masih menanti perkembangan terkini dari data ekonomi di AS.

“Saya melihat perkembangan sejumlah data ekonomi di AS belakangan cukup bagus meskipun masih volatile. Hanya saja terkadang tidak begitu berpengaruh terhadap pasar keuangan,”ujarnya.

Disisi lainnya lanjutnya, kinerja IHSG mampu dibuka menguat di level 5.060,02 atau naik 0.86%. Dan sejauh ini IHSG masih diperdagangkan menguat diatas 5.100.

“Kondisi Jakarta di hari ini, saat PSBB dimulai ternyata tidak seburuk seperti halnya pemeberlakukan PSBB Total atau Rem Darurat seperti yang diutarakan sebelumnya, dan bahkan dinilai tidak seketat PSBB DKI saat April silam,”pungkasnya.(MS11)

Tinggalkan Balasan