Berita Sumut Headline Kesehatan Sumut

Putus Mata Rantai Covid-19, Komitmen dan Sinergi Semua Pihak Sangat Menentukan

MEDAN – Pandemi COVID-19 tengah melanda dunia dalam 1,5 tahun terakhir. Berbagi sendi kehidupan ikut terdampak, tidak hanya pengusaha besar, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah juga ikut terdampak. Menyikapi permasalahan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) berbagai program sudah digelontorkan pemerintah.

Apakah cukup sampai disitu? Vaksinasi terus digenjot agar seluruh masyarakat memiliku imunitas dalam menghadapi pandemi ini. Dunia pendidikan yang diharapkan menjadi dasar utama dalam pembentukan karakter dan bekal ilmu generasi muda di masa yang akan datang mulai membuka diri dengan menggelar pembelajaran tatap muka.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi NasDem Drs. Parsaulian Tambunan, M.Pd menyampaikan program vaksinasi perlu lebih dimaksimalkan lagi agar tercipta herd immunity sampai ke pelosok negeri ini.

“Kita tidak pernah tahu dimana seseorang itu bisa terpapar Covid-19. Bisa saja hari ini seseorang berkunjung ke Jakarta atau ke daerah lain, kemudian pulang ke kampung halamannya. Ternyata, tanpa disadari orang tersebut membawa virus dan menularkannya kepada beberapa orang di kampungnya,” kata Parsaulian Tambunan.

Itu sebabnya, lanjut Tambunan apa yang disampaikan pemerintah agar kita tetap mematuhi protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan. Terkadang, saat melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah, masih saja ditemukan warga yang tidak mengenakan masker saat berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya.

“Mematuhi protokol kesehatan itu sangat penting. Komitmen kita untuk memutus mata rantai Covid-19 harus benar-benar dijalankan. Sinergi antara pemerintah dengan semua elemen masyarakat juga sangat menentukan,” tandasnya.

Ketua Petani NasDem Sumut ini juga menyampaikan bahwa setiap kali bertemu dengan konstituen lewat kegiatan Sosialisasi Perda, tim yang turun selalu mengingatkan warga masyarakat agar terbiasa dengan perubahan perilaku. Dimana setiap kali keluar rumah wajib memakai masker, saat berinteraksi dengan warga lainnya menjaga jarak.

Pola Hidup

Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes menyampaikan bahwa komitmen dan sinergi menjadi sangat penting saat kita sepakat untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Tidak cukup hanya komitmen menjalankan protokol kesehatan, kita juga harus membiasakan pola hidup yang teratur, pola makan yang benar dan pola pikir yang positif,” tegasnya.

Terkait dengan pola hidup dan pola makan, kata Ivan Elisabeth sekarang kita sudah harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kalau dulu, kita bisa makan dengan bebas di mall atau di restoran. Tapi sekarang sedikit berbeda, kita lebih baik menahan diri untuk tidak menimbulkan kerumunan.

“Pola hidup kita yang selama ini salah harus segera dibenahi, mengurangi aktivitas di luar rumah dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Untuk pola pikir, kata Ivan Elisabeth sekarang saatnya kita selalu berpikir positif atau ‘positif thinking’. Hindari memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal dan jauhi berita-berita yang tidak benar. Kalau ada menerima informasi yang salah, jangan langsung dicerna. Lebih baik melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi kehidupan kita sendiri.

Selain aktif beraktivitas dengan hal-hal yang positif, tambah Ivan kita juga harus rajin berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh agar tetap fit dan mampu melawan virus, setelah menjalani vaksinasi tentunya.

“Apa pun aktivitas kita, terutama saat berada di luar rumah jangan pernah kendor untuk menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.