Ekonomi

Radja Cendol Berbagi Strategi dalam Marketing Terintegrasi

mediasumutku.com|MEDAN- Membangun bisnis adalah impian banyak orang. Aktivitas marketing atau pemasaran juga lekat dengan bisnis apapun yang sedang dibangun. Layaknya bisnis konvensional, startup atau perusahaan rintisan juga membutuhkan strategi marketing yang solid yang efektif, yang harus sesuai dengan karaketistik bisnis yang ingin dibangun.

Topik inilah yang dibahas dalam webinar “Integrated Marketing Platform & Strategy” yang diselenggarakan oleh Diplomat Success Challenge (DSC), salah satu kompetisi wirausaha terbesar di Indonesia yang diinisiasi oleh Wismilak Foundation sejak tahun 2010.

Webinar yang dilaksanakan atas kerjasama dengan MarkPlus Institute ini dilakukan secara daring, menghadirkan pembicara Gibran Huzaifah, CEO eFishery, dan Danu Sofwan, CEO Radja Cendol. Webinar kali ini juga menghadirkan testimoni dari CEO Sirtanio, Ahmed Tessario yang merupakan kolaborator DSC XI.

Danu Sofwan selaku CEO Radja Cendol (Randol) juga mengungkapkan, pertama, pentingnya pelaku startup mengetahui siapa target pasar yang ingin disasar. Sebelum mendirikan Randol, Danu bahkan sempat merintis 10 bisnis yang semuanya gagal karena ia tidak mengetahui siapa target pasarnya secara jelas.

Yang kedua yakni Scale-up Produk, berikan Sentuhan Personal ke Strategi Marketing. Selain itu, pengembangan dari sisi produk (product management) juga tidak kalah penting.

“Pastikan nilai produk bisa memberikan customer experience yang positif agar secara otomatis dipromosikan dari mulut ke mulut (words of mouth). Bangun positioning yang tepat. Tanyakan ke diri sendiri dan tim, ingin dikenal sebagai apa bisnis Anda di mata konsumen,” ujar Danu.

Ketiga yakni Publikasi, Promosi dan Branding Management. Baik Randol dan eFishery keduanya menggunakan platform publikasi media massa yang sedikit berbeda. eFishery fokus pada media hyperlocal, dengan cakupan media daerah yang terbatas namun efektif sesuai dengan apa yang dikonsumsi pelanggannya. Sedangkan Randol menggunakan publikasi yang lebih masif dengan media lokal dan nasional.

“Keempat, strategi untuk memperluas jaringan,”ujarnya.

Ahmed Tessario, CEO Sirtanio yang juga salah satu kolaborator DSC XI membagikan pengalamannya saat mengikuti DSC di tahun 2013. Baginya definisi bisnis adalah Based on Science, Innovative, Strategic, Nomina, Information & Technology, dan Search the Network.

“Bisnis itu harus dibangun berdasarkan ilmu pengetahuan, harus inovatif, strategis, memanfaatkan teknologi dan informasi, dan jangan lupa cari serta bangun relasi melalui jaringan wirausaha. Melalui Diplomat Success Challenge, selain berkesempatan mendapatkan hibah modal usaha senilai 2 miliar rupiah, para peserta juga akan dapat bergabung dengan Diplomat Entrepreneur Network di mana para wirausaha dapat memperluas relasi, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sesama pelaku usaha,” ujar Ahmed.(MS11)

Tinggalkan Balasan