Ekonomi

Saham Kecil dan Menengah Jadi Trading Jangka Pendek

mediasumutku.com | JAKARTA – Pada perdagangan awal tahun hingga Juli 2019 saham kecil dan menengah yang tergabung dalam Pefindo25 mencatatkan kinerja yang apik. Bahkan, kenaikannya dari awal tahun mencapai 4,99% lebih tinggi dibanding kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada waktu itu tercatat 3,55%.

Kinerjanya sempat menurun pada Oktober sebesar 1,21%, dan November sebesar 4,29%, per Senin (2/12) Pefindo25 kembali mencatatkan pertumbuhan 0,44% year to date (ytd), sementara IHSG masih terkoreksi 1,04% ytd.

Menanggapi hal tersebut, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan saham kecil dan menengah masih menarik. “Justru jadi pilihan yang bagus untuk trading jangka pendek,” katanya.

Ia menyarankan saham kecil dan menengah untuk trading jangka pendek sebab masih dibayangi isu pelemahan ekonomi. Selain itu, asing masih dalam kondisi net sell, jadi menurut William pada dasarnya IHSG belum benar-benar aman.

Jika ingin mengoleksi saham-saham kecil dan menengah, William menyarankan para investor untuk mencermati frekuensi perdagangannya. Saat ini, beberapa saham yang disarankan seperti SCMA, ITIC, TOWR, APLN, dan LSIP.

Secara teknikal dan perdagangan, empat saham tersebut terlihat meningkat sehingga layak untuk diperdagangkan dalam jangka pendek.

Willim menargetkan harga saham SCMA Rp 1300, ITIC Rp 2200, APLN di harga Rp 200, TOWR di harga Rp 800, dan LSIP di harga Rp 1450.

Sekadar informasi, Pefindo25 merupakan indeks saham emiten yang nilai asetnya tidak melebihi Rp 10 triliun serta memiliki return on asset (ROA) dan return on investment (ROI) yang baik.[kontan]