Sumut

Sektor Pariwisata di Sumut Alami Penurunan Hingga 90 Persen

mediasumutku.com|SERGAI- Sektor pariwisata Provsu mengalami penurunan yang sangat tinggi selama masa pandemi, bahkan mencapai persentase 90% lebih.

Hal itu dikatakan oleh Ika Hardina Lubis selaku Kepala Subd Bidang Ekonomi, Bidang Perencanaan Ekonomi, Kemaritiman, dan SDA-Bappeda Sumatera Utara/Mewakili Bappeda Provsu saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, di kantor Bappeda Sergai, Senin (22/2/2021).

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumut merasa perlu untuk melakukan optimalisasi destinasi wisata unggul, penciptaan destinasi wisata baru dan penguatan desa wisata sebagai strategi percepatan pembangunan ekonomi Sumut.

“Ada 8 indikator pembangunan desa wisata, yang merupakan salah satu prioritas, di Sumut yaitu, penyusunan masterplan, grand design dan DED, promosi wisata dan pelatihan SDM pariwisata, penataan kawasan, pelatihan UMKM dan promosi produksi UMKM, pelatihan IKM dan promosi produk IKM, pembentukan dan pendampingan BUMDes,”sebutnya.

Selanjutnya, pembangunan infrastruktur dasar, pelatihan dan pendampingan masyarakat seperti pemberian bantuan alat pertanian, pemberian bibit dan lain sebagainya dan terakhir penataan lingkungan hidup.

Menurutnya, di Sergai sendiri ada 3 destinasi desa wisata utama yaitu di Pulau Berhala, Desa Melati II dan Kampung Nipah di Desa Sei Nagalawan.

“Melalui pertemuan ini, diharapkan semua pihak bisa mencapai konklusi yang positif terhadap pariwisata di Sumut, sehingga wisatawan tidak lagi hanya mengetahui perihal Danau Toba saja, namun juga destinasi yang tersebar di banyak daerah di Sumut,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Bupati Sergai, M. Faisal Hasrimy dalam sambutanya mengatakan, Kabupaten Serdang Bedagai memiliki potensi pariwisata yang perlu dimaksimalkan. Dia menyakini, potensi ini akan tergali maskimal jika setiap pihak yang terlibat di dalamnya dapat membentuk pemikiran atau pola pikir yang berkesinambungan dalam mengelola sumber daya yang sudah ada, terutama pada aspek packaging.

“Mari berpikir untuk meningkatkan kualitas dari modal yang sudah dipunyai. Bisa melihat dan belajar dari banyak sumber untuk ini. Terapkan prinsip ATM yakni, amati, tiru dan modifikasi,”ucap Faisal.

Menurut Faisal, Gubernur dan Wakil Gubernur konsentrasi dalam menggali potensi-potensi luar biasa dari wisata yang tersebar di Provinsi Sumut. Maka dari itu, Pemda tidak ikut berinisiatif dalam mengemas pariwisata yang ada di daerah masing-masing.

“Hari ini pihak provinsi yang diwakili bidang terkait hadir. Hal ini menunjukkan jika mereka sangat peduli kepada Pemda. Kepedulian itu juga bisa dilihat dari program-program baik yang mereka canangkan demi menggenjot sektor pariwisata. Untuk itu ayo dukung dengan tindakan,” ucapnya.

Dia berharap, setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang apapun tidak berakhir hanya sebagai acara seremoni.

“Bukan masanya lagi setiap kegiatan dan rencana hanya terhenti sebagai seremoni belaka. Bagaimana konsep dan rencana bisa diubah menjadi hal yang konkrit. Kita harus berorientasi pada tindakan, ciptakan lompatan besar,” ujarnya.
(MS6)

Tinggalkan Balasan