Ekonomi

Teh PTPN IV akan Masuk Pasar Ritel

mediasumutku.com| MEDAN- Provinsi Sumatera Utara memiliki teh khasnya sendiri, yakni perkebunan teh Sidamanik, Bahbutong dan Toba Sari milik PTP Nusantara IV.
Perkebunan teh milik PTPN-IV ini mempunyai  luas areal Hak Guna Usaha ( HGU) 6.373.29 hektare yang sekaligus bukan hanya sebagai unit produksi saja akan tetapi sudah sebagai Heritage perkebunan.
Direktur PTPN-IV Sucipto Prayitno mengatakan, selain sebagai perkebunan juga merupakan kebanggaan masyarakat Provinsi Sumatera Utara khususnya masyarakat di Kabupaten Simalungun dan menjadi salah satu tujuan objek Wisata bagi masyarakat hingga kini.
“Kinerja operasional kebun teh PTPN-IV sampai Agustus 2020 ini sudah melampaui 21.55% dibanding tahun lalu yang hanya 5.371 ton teh hitam, hal ini karena kami telah melakukan perbaikan pemeliharaan tanaman dengan Seri Gambung yang sudah mencapai 95 %,” katanya, Kamis (10/9/2020).
Saat ini harga jual rata-ratanya memang belum menggembirakan, sebaliknya untuk menutupi harga pokok dan mendapat margin, korporasi akan melakukan diversifikasi produk dan penjualan secara ritel.
“Board of Manajemen ( BOM) PTPN-IV merasa terpanggil untuk membangkitkan kembali keberadaan komoditi teh ini harus menghasilkan laba bagi Perusahaan, kebun teh PTPN-IV harus bisa mandiri dan dapat melakukan penjualan secara ritel, added value teh dalam bentuk teh hijau maupun teh hitam pangsa pasar ritelnya cukup tinggi untuk produk teh kemasan ( ready to drink),” ujarnya.
Saat ini jenis bubuk atau celup masih diminati oleh masyarakat, sehingga perlu dilakukan terobosan pengembangan ritel teh dengan menjual teh secara eceran yang dikemas lebih menarik.
“Launching penjualan teh dalam kemasan akan dilaksanakan pada tahun ini, tercatat saat ini varian rasa minuman teh dalam kemasan PTPN-IV ada dua macam yakni Butong tea dan tobasari tea,” katanya.
Untuk mendongkrak penjualan PTPN-IV sudah membidik pasar ritel  tradisional, seperti Keluarga Besar PTPN-IV yang berjumlah sekitar 76.000 orang, belum termasuk Karyawan Purna Bhakti ada sekitar 44.000 orang dan akan bergerak ke pasar modern.
“Sebagai pemain baru di tengah persaingan pasar yang ketat PTPN-IV akan fokus mendekat dengan konsumen,” kata Kabag Sekretariat Perusahaan PTPN-IV Riza Fahlevi Naim.
Destinasi wisata ini juga memiliki air terjun Bah Biak, instalasi pompa air peninggalan Belanda dari sumber mata air, proses budidaya teh dan proses pengolahan teh, perumahan staf yang dibangun Belanda dapat dijadikan guest house. (MS11)