Headline Medan Pendidikan

Universitas IBBI Gelar Workshop Daring Susun Kurikulum MBKM-Program Magang

medisumutku.com | MEDAN – Universitas IBBI menggelar acara workshop daring (online) untuk mendukung pembentukan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKB) Rabu (30/9) lalu. Workshop yang digelar bertema “Pembelajaran Berbasis Market & Community Demand Desain Kurikulum Merdeka Belajar”.

Dalam siaran pers yang diterima mediasumutku.com, Rabu (7/10/2020). Disampaikan bahwa workshop menghadirkan narasumber Dr. Harjum Muharam,SE,ME (Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro). Workshop dipandu oleh moderator Hasrul Siregar SE,M.Si (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal Universitas IBBI). Dan diikuti seluruh dosen Universitas IBBI dan juga dosen-dosen dari universitas lainnya.

BACA JUGA : Telkomsel Raih Penghargaan The International Finance Award Program 2020

Rektor IBBI B Ricson Simarmata menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terbentuknya kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam paparannya, narasumber Harjum Muharam menyampaikan bahwa dalam aplikasi kurikulum MBKM sesuai dengan Permendikbud No.3 tahun 2020. Bahwa bagi mahasiswa program sarjana memiliki kesempatan selama 1 (satu) semester. Atau setara 20 SKS menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama.  Dan paling lama 2 semester.  Atau setara 40 sks dapat menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda.

“Program ini dimaksudkan untuk menghasilkan mutu lulusan yang lebih berkompetensi dibidangnya sehingga dapat dengan cepat diserap oleh dunia bisnis,” katanya.

Masih menurut Harjum, yang lebih penting adalah prodi pada masing-masing Perguruan Tinggi. Harus terlebih dahulu mendesain kurikulum yang memenuhi standar capaian mutu lulusan. yang adaptif terhadap perubahaan bisnis dengan tidak melupakan muatan lokal.

“Agar program ini berjalan dengan lancar pihak Perguruan Tinggi harus membuat regulasi di tingkat Perguruan tinggi dan regulasi di Program Studi masing-masing,” tandasnya.

Diakhir paparannya Dr. Harjum menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi harus terus menerus melakukan inovasi terhadap kurikulum terutama menyangkut capaian mutu lulusannya.