Pendidikan

Dosen Unpab Didorong Miliki Karakter dan Tingkatkan Digitalisasi

MEDAN-Sesuai visi dan misi Universitas Pancabudi (Unpab) yang mengedepankan keunggulan karakter dan kemanusian atau humanity, dosen di Unpab didorong untuk memiliki karakter dan meningkatkan ilmu digitalisasi.

Demikian disampaikan Rektor Unpab, DR M Isa Indrawan SE MM, pada acara Iftar Ramadhan Civitas Akademika Universitas Panca Budi dengan tema “Ramadhan Membangun Karakter Civitas Akademika Unpab Dalam Menggapai Ridho Ilahi” di Grand Ballroom Four Points Hotel, Rabu (20/4/2022).

Rektor mengingatkan, kepada semua civitas akademika, khususnya para dosen, bahwa kedepannya tantangan dunia akademis akan semakin kompleks, karena perkembangan teknologi digital yang bergerak ke semua lini, termasuk dunia akademis. Namun, menurut rektor, ada hal-hal yang tak bisa digantikan mesin digital.

“Kedepannya, hal-hal teknis, termasuk dalam bidang akademis, akan digantikan oleh sistem digital. Namun, ada hal yang tidak bisa digantikan. Yakni karakter dan humanity. Makanya Unpab ini mengutamakan pembangunan karakter yang humanis. Kalau soal teknis mengajar atau ilmu pengetahuan bisa ditransformasikan ke sistem digital, sehingga bisa saja jam mengajar dosen berkurang. Ini adalah tantangan sekaligus peluang,” kata rektor.

Untuk itu, lanjut rektor, pihaknya mendorong bagaimana dosen memiliki karakter dan memiliki kemampuan dalam meningkatkan ilmu digitalisasi, karena setiap dosen punya peluang menjadi guru besar

“Kita bersyukur, Unpab sampai saat ini mampu tetap bisa melaksanakan seluruh tahapan akademik semua universitas ditengah pandemi. Dari mulai pembelajaran hingga penerimaan mahasiswa baru,” ungkapnya.

Hal itu menurutnya, karena hasil kerja keras dari semua pihak di kampus. Baik pegawai, dosen, dan pengurus profesor Dr Kadirun Yahya.

“Kita mengajak seluruh civitas akademi bahwa selama kebersamaan itu ada, maka bisa tetap unggul. Inilah yang jadi keunggulan Unpab. Unpab bisa banyak membangun gedung bertingkat karena kita belum pernah setor uang ke pengurus yayasan. Karena, kita mengutamakan kemaslahatan umat, itulah karakter Unpab,” ujarnya.

Mengenai momen ramadhan ditengah pandemi, menurutnya, ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri, berpikir dan merenung apa yang harus dilakukan dalam menata diri untuk kedepannya.

“Dimana, ada beberapa makna momen ramadhan ini yang bisa kita lakukan untuk menata diri kita yaitu, saatnya memohon maaf, bulan ampunan dan berdoa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ustadz Puji Rahmadi MA, dalam tausiahnya menuturkan, ramadhan merupakan momen bagi setiap umat untuk meningkatkan amal dan ibadahnya.

Turut hadir, mewakili unsur yayasan profesor Dr Kadirun Yahya, perwakilan Kadinsu, Aptisi Sumut, pengurus Media Online Indonesia, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumut. Acara iftar ramadhan diisi dengan games caracter building atau games sifiko yang dipandu oleh dosen Unpab, Abdi Setiawan SE MM. (MS7)