Hankam Headline Sumut

Wujud Sinergitas TNI-Polri, Kapoldasu Hadiri Rapim Kodam I/BB

Mediasumutku.com | Medan – Sebagai wujud nyata sinergisitas antara TNI-Polri maka Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) telah mengundang Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam I/BB yang digelar di Balai Prajurit Makodam I/BB, Jumat (28/2/2020).

Turut dihadiri Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin. Dalam Rapim yang dibuka Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah itu, Kapoldasu bahkan membawa rombongan para pejabat utama (PJU) Poldasu hingga Kapolres.

“Ini sebagai wujud sinergitas TNI-Polri di wilayah hukum Polda Sumut,” kata Kapoldasu kepada Media.

Rapim Kodam I/BB itu sendiri dihadiri para peserta mulai dari Danrem, Kabalak, Dandim, serta Danyon jajaran Kodam I/BB. Rapat mengangkat tema “Membangun Kodam I/BB yang Adaptif”.

Mayjen Fadhilah juga menjelaskan, rapat ini memiliki sejumlah sasaran prioritas bagi unsur Pimpinan di jajaran Kodam I/BB untuk diwujudkan.Yakni, tersosialisasikannya pokok-pokok kebijakan Pimpinan TNI AD dan Kodam I/BB kepada unsur Pimpinan jajaran Kodam I/BB.

Kemudian tercapainya pembinaan kekuatan, kemampuan dan gelar kekuatan Kodam I/BB TA 2020, serta terwujudnya kesiapsiagaan satuan jajaran Kodam I/BB dalam menghadapi perkembangan situasi yang terjadi.

Sesuai arahan Kasad, Mayjen Fadhilah menguraikan, Rapim Kodam I/BB sebagai tindak lanjut dari Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta pada Rabu (26/2/2020) kemarin.

Usai acara Rapim, Mayjen Fadhilah didampingi Irjen Pol. Martuani Sormin menyampaikan penekanan ulang tentang penguatan sinergitas TNI-Polri, sehingga tidak lagi terulang insiden di antara sesama personel di lapangan, tegas Pangdam I/BB.

Diberitakan adanya prajurit Yonif 123 ribut dengan Kapolsek Pahae Julu, untuk cegah kasus ini merembet, Pangdam mengakui dirinya telah perintahkan Danpomdam, Dandim, Danrem, Danyon untuk berada ditempat, turun mengamankan situasi bersama-sama agar insiden itu tidak berlanjut lagi.

Pangdam berharap masyarakat dapat bersabar akan kita periksa personel yang terlibat dalam kasus di Polsek Pahae Julu. Semoga kasus tidak merembet kemana-mana.

Secara institusi, baik TNI- Polri, kita telah sepakat, marilah sama-sama menjaga situasi kondusif dan stabilitas yang ada. Insiden ini, saya telah laporkan ke pimpinan atas, di Mabes TNI, tegas Pangdam.

Hasil pemeriksaan terhadap personel Kompi A, Yonif 123 Rajawali yang terlibat dalam insiden tersebut akan diambil langkah penegakan hukum. Proses pemeriksaan berlanjut dan tidak bisa buru-buru dan hasilnya harus tepat, saya yakini yang bersalah akan kita tindak tegas, jelas MS Fadhillah

Sementara itu, Kapoldasu menceritakan awal terjadinya adanya kesalahpahaman antara petugas dimana di jalur lintas Silangkitang terjadi Kemacetan. Karena ada anggapan, adanya razia sebenarnya salah paham sering adanya bahasa, bahasa terjadi pemicu kesalahpahaman, “Apa kau”, tidak boleh ada ucapan dan tindakan seperti lagi, saya selaku Kapoldasu tidak menganulir tindakan seperti itu.

Saya pastikan masalah kejadian itu, murni salah paham, tidak boleh ada kejadian tersebut lagi. Mudah- mudah kedepan kita merajut lebih solidaritas sesama aparat. Baju yang kita pakai beda warna saja,  Sesungguhnya tugas kita sama bertugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, terang Kapoldasu.