Ekonomi

Analis: Konflik Timur Tengah Seret IHSG Semakin Terpuruk

mediasumutku.com | JAKARTA – Pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah setelah ditutup melemah 1,04% atau setara 66,063 poin di level 6257,40 pada Senin (6/1).

Menurut Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG karena meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini membuat sebagian besar bursa saham global dan Asia turut terkoreksi tak terkecuali IHSG.

Semakin panasnya tensi politik AS dan Iran masih akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG pada Selasa (7/1). Selain sentimen geopolitik, pasar saat ini tengah menanti keluarnya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan cadangan devisa Indonesia bulan Desember yang dirilis pada Selasa (7/1) dan Rabu (8/1).

“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan koreksi dengan range 6.230-6.310,” kata dia.

Tidak jauh berbeda, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memproyeksikan, IHSG masih melanjutkan koreksinya. Ketegangan Timur Tengah dan AS membuat investor berhati-hati pada aset beresiko dan beralih pada aset safe haven.

Dampaknya, harga emas pun yang melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2013. Selain itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp 48,38 miliar di pasar saham dalam negeri.

Ketegangan juga menyebabkan sentimen positif menjadi kurang terlihat, yakni pembicaraan fase pertama antara AS dan China, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan tanda-tanda stabilisasi dalam manufaktur China.

Berdasar pengamatan Lanjar, indeks terlihat bearish dan menjauh pada indikator stochastic dan RSI. Pergerakannya pun break out support MA200 sebagai indikasi terkoreksi lebih lanjut menguji lower bollinger bands dan MA20 di kisaran level 6230.

“Secara teknikal kami perkirakan IHSG masih akan bergerak melemah tertekan dengan support resistance 6.230 hingga 6.310, ” jelas dia dalam riset.