Berita Sumut

Anggaran Pakaian Dinas DPRD Asahan Rp 557 Juta di Tengah Pandemi

ASAHAN – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Asahan – Tanjungbalai mengkritik anggaran Pakaian Dinas DPRD Asahan senilai 577 Juta. IMM menilai hal itu membuang anggaran di tengah pandemi Covid 19.

“Ditengah pandemi saat ini yang belum usai, masyarakat sangat merasakan dampaknya. ekonomi melemah, hilangnya pekerjaan dan mata pencaharian adalah kondisi yang mau tak mau harus dihadapi masyarakat. Tentu masyarakat asahan sangat membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah kabupaten Asahan,” kata Ketua Umum PC IMM Asahan, Yogi Ginting, kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

Yogi Ginting menilai anggaran untuk Pakaian Dinas DPRD Asahan senilai 577 Juta tersebut terkesan menghambur-hamburkan uang dan sangat menyakiti hati masyarakat. Dia menilai harusnya uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membantu masyarakat Asahan dalam percepatan pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

Anggaran Pakaian Dinas DPRD Asahan diketahui dari APBD 2022, dengan jumlah Rp. 577.900.000. Yogi mengatakan, angka tersebut bukanlah jumlah yang sedikit apabila dialih fungsikan untuk kesejahteraan masyarakat Asahan maka masyarakat Asahan tidak akan kesulitan dalam memulihkan ekonomi hari ini.

“Mengapa untuk pengadaan baju dinas saja memakan anggaran sampai 577 Juta , memang pakaian apa yang digunakan DPRD Asahan bisa semahal itu, Bapak ibu dewan harusnya peka sedikit dong lihat kondisi masyarakat hari ini, disaat masyarakat susah kok malah menghambur-hamburkan anggaran untuk kepentingan pribadi yang jumlahnya sangat tidak masuk akal” ucap Ginting.

“Seharusnya bisa benar-benar jeli dalam penggunaan anggaran saat ini, jangan kesannya menghambur-hamburkan uang rakyat saja, apalagi anggaran Pakaian Dinas yang sebegitu besar tidak ada manfaatnya langsung kepada masyarakat. Kan lebih baik diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat dalam meringankan beban mereka di tengah pandemi Covid-19 seperti bantuan sembako, bantuan peralatan medis, sehingga ada dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Karenanya, IMM berharap kepada DPRD Asahan, selaku wakil-wakil rakyat agar prihatin dengan kondisi masyarakat, jangan semakin menambah penderitaan dengan bermegah-megah diatas kesulitan masyarakat.

“Kami sangat kecewa dengan DPRD Asahan, kondisi masyarakat sangat sulit hari ini , sementara untuk Pakaian Dinas bisa memakan anggaran sampai 577 Juta. Sebagai bentuk protes, Kami PC IMM Asahan akan menggelar Aksi Besar-besaran Mosi Tidak Percaya kepada Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asahan,” tutupnya. (MS10)