Ekonomi

Aset Keuangan Syariah Tumbuh 22,71 Persen Ditengah Pandemi

mediasumutku.com| MEDAN– Meskipun ditengah masa pandemi Covid-19, aset keuangan syariah Indonesia justeru mampu tumbuh 22,71 persen (yoy) menjadi Rp1.801,40 triliun. Jumlah tersebyt meningkat dari tahun sebelumnya di 2019 sebesar Rp1.468,07 triliun.

“Keuangan syariah Indonesia memiliki ketahanan dan kinerja yang baik di tengah pandemi,” tegas Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran pers, Minggu (18/7/2021).

Wimboh menjelaskan, hal ini terbukti dari pertumbuhan total aset yang tumbuh dua digit selama tahun 2020 dan apresiasi Global Islamic Economy Indicator yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-4 pada 2020.

“Ini menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan peringkat terbaik dalam pengelolaan keuangan dan ekonomi syariah,” kata Wimboh.

Sementara porsi aset keuangan Perbankan Syariah 33,80 persen dan Porsi aset keuangan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah 6,46 persen. Capaian itu menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-4 pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2020/21, meningkat dari posisi sebelumnya yang menempati urutan ke-5.

“Kini, Indonesia menempati peringkat 10 terbaik dalam seluruh kategori. Dan rangking ke 4 dari negara Islam di dunia setelah UEA dan posisi kedua Saudi Arabia lalu diposisi pertama negara Malaysia. Indonesia menempati peringkat sepuluh teratas dalam hal total aset. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang patut menjadi acuan dalam keuangan syariah,” katanya. (MS11)