Ekonomi Nasional Teknologi

Bincang Tipis-Tipis Dengan Pietra M Paloh Ingin Memanusiakan UMKM Hingga Mereka Bisa Naik Kelas

JAKARTA-Pietra Machreza Paloh selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Restorasi Pedagang dan Usaha Mikro Kecil Menengah-UMKM (GARPU) yang ke depannya akan menjadi salah satu sayap Partai NasDem menyampaikan bahwa gerakan ini diawali dari keprihatinan terhadap UMKM di negara kita. Keprihatinan terlebih kepada bagaimana sebenarnya memanusiakan UMKM.

“Apa itu memanusiakan UMKM? Kalau kita lihat di sekeliling kita banyak sekali jenis usaha UMKM. Mulai dari pedagang asongan, tukang tambal ban atau usaha lainnya. Bagaimana memanusiakan mereka, berangkat dari keprihatinan tadi maka muncul gerakan ini untuk menjadi fasilitator bagi mereka. Bagaimana mereka bisa nyaman berjualan di lapak mereka dan bagaimana mendapatkan modal untuk pengembangan usaha mereka,” paparnya.

Sosok pria bersahaja dan visioner ini memiliki obsesi besar meningkatkan kemampuan para pedagang dan UMKM melalui berbagai program yang digulirkan Garpu.

Putra pertama Alm. Rusli Paloh ini terkenang akan anjuran Sang Ayah untuk membuat suatu wadah yang bergerak di sektor UMKM. Beranjak dari ajakan Sang Ayah, pria kelahiran 3 Maret 1969 ini mencurahkan segala perhatiannya untuk kemajuan UMKM dengan mengusung semangat memanusiakan pelaku usaha kecil.

Dalam perbincangan dengan Erman Tale Daulay di channel Youtube Tale Trias Info, Pietra sangat membanggakan almarhum ayahnya yang mewarisi semangat saling membesarkan satu dengan yang lain.

Itu sebabnya, program Garpu ke depan akan memfasilitasi UMKM dalam mendapatkan perijinan, mendapatkan modal, mengurus NIB dan akan ada aplikasi yang memudahkan UMKM dalam mendapatkan pasarnya.

“Literasi dan pengenalan teknologi kepada pelaku UMKM sangat penting, termasuk mengenalkan program apa nantinya yang ada di aplikasi Garpu itu sendiri. Sehingga, pelatihan itu nantinya diberikan secara khusus kepada anggota Garpu,” paparnya.

Aplikasi itu diharapkan tahun depan sudah bisa digunakan, lanjut Pietra Paloh. Tapi sebelumnya akan dilakukan pelatihan dan pembekalan terlebih dahulu. Aksi nyata Garpu ini sudah dimulai di Lampung bekerjasama dengan Pegadaian untuk memberikan permodalan kepada pedagang-pedagang kecil, di Sulawesi Utara Garpu bekerjasama dengan Bank Mandiri. Sifatnya adalah sebagai fasilitator.

“Kami juga memberikan kebebasan kepada DPW-DPW di daerah untuk menjalin kerjasama dengan pihak perbankan. Intinya adalah bisa memberikan permodalan kepada pedagang-pedagang kecil,” tandasnya.

Untuk pengembangan UMKM, kata Pietra Paloh UMKM-nya dikelompokkan menjadi dua. Yaitu UMKM berafiliasi ekspor dan yang tidak berafiliasi ekspor. Kalau untuk pedagang asongan, badut atau tukang tambal ban misalnya, hal yang bisa kita bantu dan fasilitasi adalah bagaimana mereka bisa masuk dalam BPJS Kesehatan, mendaftarkan anaknya sekolah. UMKM seperti ini kita bantu lebih kepada aksi sosial kemasyarakatan.

“Sementara untuk UMKM yang bisa ekspor kita berikan pelatihan bagaimana menjadikan singkong yang berlumpur menjadi keripik singkong yang bisa dijual ke supermarket. Untuk UMKM seperti ini kita berikan pelatihan bagaimana membuat kemasan yang bagus (packaging). Kami juga akan memberikan pelatihan kepada start-up untuk bisa go-online atau menjual secara online,” katanya.

Terkait dengan program Garpu di daerah, lanjutnya harus disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan di daerahnya masing-masing. Yang pasti, program sosial kemasyarakatannya harus tetap dijalankan sembari mengedukasi dan memfasilitasi UMKM lainnya bisa berkembang dan naik kelas.

“Karena didasari oleh keprihatinan, maka di Garpu ini saya sarankan kepada anggota agar mengurangi kadar berpolitiknya. Kita buat politik riang saja, karena UMKM itu untuk manusia ke manusia. Itu sebabnya kepada DPW di daerah kita berikan tantangan bagaimana produk unggulan yang ada di daerah mereka bisa masuk ke toko, supermarket atau pasar internasional,” tegasnya.

Pietra M Paloh yang juga seorang jurnalis menyampaikan bahwa Garpu mengajak seluruh elemen untuk berubah.

“Saya tidak akan bisa mengubah sesuatu kalau orang yang berkecimpung di usaha tersebut tidak mau berubah. Ayo, kita sama-sama untuk melakukan perubahan dan mendorong UMKM bisa naik kelas. Tapi yang terpenting adalah bagaimana memanusiakan UMKM,” pungkasnya.