Sumut

BPOM Diminta Aktif Awasi Makanan Yang Beredar di Pasaran

mediasumutku.com | TAPANULISELATAN- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta untuk berperan aktif mengawasi produk makanan yang beredar di pasaran, sehingga zak makanan yang berbahaya tidak bebas beredar.

“Begitu juga di pasar-pasar tradisional yang ada di Tapanuli Selatan, perlu juga diawasi. Jangan sampai makanan yang sudah kadaluwarsa, beredar bebas,” ujar Plh. Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Parulian Nasution saat menerima kunjungan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Medan beserta jajaran, di ruang rapat Sekda Tapsel, Selasa (23/2/2021).

Memang, diakui Parulianbah, selama ini pihaknya selalu mengawasi makanan yang beredar di pasaran. Namun demikian, kalau hanya pihak pemkab tidak akan mungkin.

“Tentu harus ada sinergitas antar semua pihak. Adanya kegiatan itu diharap akan berimbas ke desa-desa yang ada di Tapsel,” ujarnya.

Kepala BPOM Medan I Made Bagus Geramettan menjelaskan, berdasarkan Inpers No. 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Tujuannya mempercepat dan mensinergikan upaya promotif dan preventif hidup untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit.

“BPOM diintruksikan untuk menjamin keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar di masyarakat, serta memperkuat dan memperluas pengawasan dan intervensi keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS),” jelasnya.

Dikatakannya, hal ini merupakan gerakan nasional yaitu, gerakan keamanan pangan desa, pasar aman dari bahan berbahaya dan yang terakhir pangan jajanan anak sekolah. Sumatera Utara mendapatkan enam bagian salah satunya Kabupaten Tapanuli Selatan. Program tersebut terdiri dari satu desa, satu pasar serta satu sekolah. Semua pembiayaan dalam intervensi di tanggung oleh Balai BPOM sendiri.

“Selanjutnya program ini menjadi komunitas serta outputnya nanti akan di lombakan di tingkat Sumut baru ke tingkat Nasional. Dengan adanya program ini kami memerlukan dukungan dari Pemkab Tapsel,” katanya.

Apabila ada industri pangan yang belum mendapatkan izin edar, lanjutnya, BPOM siap membantu dan mendampingi. Kegiatan ini yang paling utama ialah untuk melakukan pendampingan serta memberikan informasi serta edukasi bagaimana produk-produk yang ada di daerah.

“Tentu harapan kita Tapsel bisa lebih maju, ini bukan program yang baru tetapi kita bersinergi dengan program yang sudah ada. Dengan adanya program ini, sekolah yang sudah memiliki kantin akan menjadi bagus serta akan diikuti kantin sekolah lainnya,” ujarnya. (MS10)

Tinggalkan Balasan