Peristiwa

Buaya di Malaysia Telan Tubuh Diduga WNI

mediasumutku.com | KUALA LUMPUR – Seekor buaya dengan panjang 4,2 meter ditembak mati di sebuah sungai yang mengalir di area perkebunan distrik Ulu Suai, Sarawak, Malaysia. Penembakan buaya dilakukan menyusul adanya penemuan potongan tubuh manusia di sungai tersebut.

Berdasarkan laporan media lokal Malaysia, The Star, saat perut buaya itu dibedah, ditemukan mayat yang sudah berupa tulang dan potongan pakaian di dalamnya.

Sebelumnya, buaya itu diburu oleh tim aksi satwa liar dari Korporasi Kehutanan Sarawak (SFC) dengan bantuan polisi dan warga desa setempat sejak akhir November lalu.

Perburuan dilakukan setelah dilaporkan reptil itu membunuh dan memakan seorang pekerja perkebunan asal Indonesia (WNI) yang hilang. Pekerja perkebunan bernama Abdul Situju (33) itu menghilang sejak Senin 25 November 2019, saat mengumpulkan sayuran di area rawa-rawa setempat.

Buaya itu ditembak mati pada Jumat 6 Desember waktu setempat. Sejumlah tulang manusia dan potongan pakaian kemudian ditemukan di dalam perut buaya itu.

CEO SFC, Zolkipli Mohamad Aton, menyatakan tulang dan pakaian di dalam perut buaya itu diyakini sebagai Situju.

Pasalnya, potongan tubuh manusia yang diduga bagian tangan dan torso ditemukan di tepi sungai yang terletak di dalam area perkebunan antara Miri dan Bintulu itu.

Dalam pernyataannya, Zolkipli berterima kasih kepada kepolisian dan warga desa setempat yang membantu timnya memburu buaya tersebut. Dia mengingatkan warga untuk melapor pada polisi dan SFC jika bertemu binatang berbahaya dan tidak berupaya melawannya sendiri.

“Buaya sangat berbahaya, jadi hal yang paling baik adalah memberitahu kami jika ada penampakan (buaya),” imbau Zolkipli.