Medan

Camat Sekota Medan Diberi Waktu Sebulan Selesaikan Permasalahan di Seluruh Kewilayahan

MEDAN-Guna mengatasi setiap permasalahan yang ada  di seluruh kewilayahan, termasuk dalam mewujudkan lima program prioritas Pemerintah Kota Medan, Walikota Medan Bobby Nasution meminta kepada para camat untuk menyampaikan apa permasalahan yang dialami guna diatasi.

Selain itu, para camat juga berharap segala permasalahan yang ada di setiap wilayah dapat segera teratasi sehingga seluruh program yang diinisiasi Pemko Medan dapat berjalan dengan lancar guna terwujudnya Medan Berkah, Maju dan Kondusif.

Hal itu dikatakan Walikota Medan, Bobby Nasution saat memimpin Rapat Kerja Tingkat Kecamatan di Cafe Interlokal Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan, Kamis (11/5/2023).

“Silahkan sampaikan apa yang menjadi persoalan di wilayahnya masing-masing,   baik itu tugas dari kecamatan, dinas terkait maupun tugas dari Pemerintah Pusat maupun terkait lima program prioritas agar dapat kita diskusikan bersama  untuk segera diselesaikan,” kata Bobby Nasution.

Selanjutnya, satu persatu camat menyampaikan permasalahan pembangunan yang ada di wilayahnya  masing-masing. Mulai terkait program prioritas maupun program – program pembangunan lainnya. Namun  permasalahan terbanyak  yang disampaikan para camat dalam rapat tersebut terkait persoalan banjir.

Seperti yang disampaikan Camat Medan Amplas Andrew Fransiska Ayu. Dikatakannya, permasalahan yang ada di wilayahnya adalah banjir, salah satunya di Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II yang tak kunjung teratasi. Oleh karenanya, Fransiska minta agar Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dapat membantu mereka untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.

Begitu juga yang disampaikan Camat Medan Kota Raja Ian Andos Lubis, ia mengatakan banjir merupakan persoalan utama yang dihadapi. Banjir yang kerap terjadi di kawasan Medan Mall, salah satu contoh yang disampaikannya. Diungkapkannya, setiap hujan deras turun, ketinggian air di kawasan itu mencapai lutut orang dewasa.

“Sebagai salah satu upaya mengatasinya, kami telah berkoordinasi dengan Dinas SDABMBK untuk melakukan crossing,” ungkap Raja. “Selain persoalan banjir, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan untuk melakukan pemindahan TPS Teladan,” imbuhnya.

Kemudian, Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap dalam rapat tersebut, menyampaikan ada oknum  beberapa waktu lalu yang berusaha dengan sengaja merusak lampu di Jembatan Titi Dua Sicanang. Subhan menduga, pengerusakan itu dilakukan karena snag oknum ingin mengambil baut yang ada di jembatan tersebut.

“Aksi oknum tersebut sangat meresahkan masyarakat, sebab jembatan itu merupakan satu-satunya akses menuju ke Sicanang,” ungkap Subhan.

Selain itu, Subhan juga minta agar di Jalan Kelapa Kelurahan Sicanang dibangun drainase dengan menggunakan u-ditch untuk mengurangi genangan  teerjadi akibat curah hujan maupun banjir rob.

“Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih  dari seluruh warga kepada Pak Wali Kota dan Kementerian PUPR karena telah membangun tanggul untuk mengatasi banjir rob. Sebab, masyarakat kini telah merasakan manfaat dari pembangunan tanggul tersebut,” paparnya.

Usai mendengarkan semua permasalahan di setiap kewilayahan, Bobby Nasution selanjutnya memberikan waktu sebulan untuk mengatasi permasalahan yang ada tersebut.  Untuk mendukung penyelesaian masalah yang dilakukan, Bobby meminta, kepada perangkat derah terkait segera menindaklanjuti permasalahan yang telah disampaikan para camat tersebut.

“Untuk permasalahan yang mudah dan cepat diatasi, saya kasih waktu seminggu hingga dua Minggu untuk menyelesaikannya. Sedangkan permasalahan yang rumit, saya beri waktu maksimal sebulan untuk mengatasinya. Sedangkan permasalahan yang belum masuk dalam perencanaan di tahun ini, saya harap segera dianggarkan tahun depan sehingga dapat segera diatasi,” tegas Bobby Nasution.

Dalam rapat tersebut, Bobby berpesan agar para camat dapat memfungsikan aset yang dimiliki Pemko Medan.

“Buat ide kreatif untuk aset yang belum dapat digunakan secara masif agar sehingga tidak digunakan atau diambil alih oleh pihak lain. Pihak kecamatan dan perangkat daerah dapat secara bergantian mengadakan kegiatan di lokasi yang merupakan aset milik Pemko Medan tersebut,” pesannya. (MS7)