Headline

Cerita Warga di Kisaran Ngaku Ditipu Beli Pakaian di FB Mirip Kain Lap

Asahan – Cerita seorang warga yang mengaku menjadi korban penipuan pembelian pakaian dengan sistim cash on delivery (COD) melalui sosial media viral. Hal itu setelah akun facebook (FB) bernama Natasya Indri Ana membagikan sekaligus menuliskan pengalamannya melalui status di jagat maya.

Natasya menyebut dirinya menjadi korban penipuan setelah melakukan transaksi pembelian secara online usia melihat penawaran di FB dan membeli sebuah celana jeans panjang berwarna biru dan baju berwarna hitam. Transaksi dan kesepakatan harga terjadi melalui aplikasi WhatsApp. Namun, barang yang datang ternyata sebuah rok panjang berwarna biru bersama celana jeans pendek warga hiyam yang tidak sesuai pesanan dan ia menyebutnya lebih mirip kain lap.

Dilihat wartawan, Kamis (14/7/2022), melalui unggahan FB-nya, Natasya membagikan komunikasi chatingan saat terjadinya transaksi sekaligus profil akun penjual onlinenya. Tak hanya itu, dia juga memperlihatkan pakaian tak layak yang baru saja dibelinya seharga Rp 60 ribu itu.

Natasya yang dikonfirmasi oleh wartawan menjelaskan duduk perkaranya. Ia mengatakan transaksi jual beli itu dilakukan hari ini, Minggu (10/7) kemarin

“Saya beli baju dan celana melalui online Facebook sama dia tapi yang datang itu celana yang lebih mirip kain lap,” kata dia.

Barang pesanannya tersebut kata dia diantarkan oleh penjual langsung ke rumahnya. Namun dalam kondisi terbungkus plastik dan terikat kuat sehingga ia tidak bisa mengecek kondisi barang karena kesulitan membuka ikatan di bungkus plastik.

“Penjualnya ini perempuan 2 orang naik kereta Vario. Tapi mereka mengaku buru-buru dan langsung minta uangnya. Saya tak sempat cek barang karena bungkusan plastik itu terikat mati,” ujarnya.

Natasya juga menjelaskan saat bertransaksi dengan si penjual ia diyakinkan bahwa sepasang pakaian yang dibelinya itu dalam kondisi baru. Namun setelah bungkusan plastik itu dibuka mereka kecewa karena barang pesanan tak sesuai.

“Habis itu si pelaku ini tak bisa saya hubungi lagi. Kontak saya diblokir. Disitulah saya yakin kalau dia ini bukan jualan tapi penipu,” ujarnya.

Natasya mengatakan sejujurnya ia tak mempersoalkan uang Rp 60 ribu yang diberikannya untuk membeli barang tersebut dan hanya mengharapkan kisahnya ini viral di sosial media sehingga modus pelaku penipuan dengan penjualan seperti ini tidak lagi memakan korban.

“Kan kasihan orang beli barang dapatnya seperti ini. Sudah niat sekali dia mau menipu itu. Makanya saya viralkan supaya kedepan lebih hati-hati dan jangan ada lagi korban seperti ini,” kata dia. (MS10)