Kesehatan

18 Tahun Derita Diabetes, Ibu Ini Bersyukur Program JKN Bantu Segala Perobatannya

Asahan – Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang biaya pengobatannya dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satu peserta JKN yang memanfaatkan Program JKN untuk mengobati kondisi diabetes melitus adalah Syawiyah (53).

Ditemui di Rumah Sakit Permata Hati Kisaran saat tengah menjalani kontrol ulang, Syawiyah menceritakan bahwa dirinya telah 18 tahun menjalani kehidupan sebagai penderita diabetes melitus.

Syawiyah mengaku rutin minum obat dan melakukan kontrol setiap minggu ke klinik tempatnya terdaftar. Namun pada bulan November lalu, Syawiyah pada akhirnya mengalami keadaan yang tidak ia bayangkan sebelumnya. Kondisi Syawiyah menurun drastis hingga harus dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Permata Hati untuk mendapat penanganan medis.

“Awalnya saya seperti pusing saja, akhirnya saya minta diinfus di rumah oleh keluarga saya yang berprofesi sebagai bidan. Namun sudah tiga hari tidak kunjung sembuh juga, malah dunia seperti berputar sampai saya tidak bisa melihat lagi. Mungkin penyebabnya saya tidak kontrol makan sehingga gula darah naik. Akhirnya saya langsung dibawa ke rumah sakit,” tutur peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga tersebut, Selasa (20/12).

Ibu rumah tangga tersebut mengaku saat itu kadar gula darahnya mencapai angka 600. Syawiyah yang saat itu tidak sadarkan diri lantas mendapat penanganan optimal selama dua jam hingga akhirnya ia siuman. Syawiyah lantas menjalani rawat inap selama lima hari.

“Alhamdulillah saya ditangani dengan baik dan cepat, sehingga bisa sadar lagi. Rasanya seperti diberi kesempatan hidup kedua. Selama delapan belas tahun, memang baru kali ini masuk rumah sakit,” ungkap ibu empat anak tersebut.

Syawiyah merasa puas akan pelayanan kesehatan yang didapatnya sebagai peserta JKN. Ia merasa tidak dipersulit sedikitpun untuk mengakses pelayanan kesehatan, baik pelayanan rawat jalan maupun saat rawat inap. Syawiyah juga mengapresiasi fasilitas kesehatan yang membantunya berjuang menghadapi penyakitnya tersebut.

“Alhamdulillah pelayanan yang saya dapatkan selama ini bagus sekali. Mulai dari pelayanan di klinik sampai rumah sakit. Saya tidak direpotkan sama sekali. Pindah fasilitas kesehatan rujukan juga tidak susah, ambil obat mudah, opname pun tidak ada masalah walau memang harus menunggu karena bukan kita saja yang sakit. Intinya akan disediakan ruangan sesuai hak kita. Saya peserta kelas tiga, dapat ruang inapnya yang rame-rame. Tapi ruangannya bagus, fasilitas lengkap dan pelayanannya mulai dari security sampai dokter dan perawatnya juga ramah,” ungkap warga Kelurahan Siumbut-Umbut, Kota Kisaran tersebut.

Syawiyah merasa terbantu secara finansial karena Program JKN menjamin seluruh biaya pengobatan diabetes melitus yang dideritanya. Ia pun tidak merasa keberatan dengan iuran JKN yang dibayarkan tiap bulan untuk tiga anggota keluarganya karena ia yakin manfaat Program JKN yang lebih besar sewaktu dibutuhkan kelak. (MS10)