Berita Sumut

Dikritik Warga Karena Bangun ‘Kuburan’ di Jalan Rusak Akhirnya Diperbaiki

Batu Bara – Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut) merespon keluhan masyarakat Desa Bagan Baru Kecamatan Nibung Hangus yang sebelumnya melakukan protes dengan membangun kuburan di tepi jalan desa yang rusak. Kini, sebagian jalan yang tadinya penuh kubangan lumpur itu sudah ditimbun dan diperbaiki.

“Sudah 17 truk material bahan kita turunkan untuk pengerasan pengerjaannya sudah dimulai hari ini,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Bresman Marpaung kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Dia pun mengatakan selain menyediakan alat material untuk pengerasan dan penimbunan tanah pihaknya juga langsung menurunkan sejumlah alat berat sehingga proses pengerjaan jalan desa yang rusak tersebut bisa cepat diselesaikan.

“Ini kita perhitungkan untuk pengerjaan 2,5 kilometer dikerjakan secara spot, artinya kita lihat dulu mana tempat yang memang betul-betul (mendesak) ditangani,” kata dia.

Sejumlah kuburan yang memang sengaja dibiarkan dibangun oleh pemuda desa setempat lengkap dengan kayu nisan dan aneka bunga warna warni di atas gundukannya dan tepat berada di tepi jalan yang rusak tersebut langsung dibongkar oleh escavator milik dinas PUPR.

Sebelumnya, sejumlah pemuda desa di Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara, mengkritik kondisi jalan yang hancur rusak parah dengan membangun kuburan di sepanjang jalan. Adapun lokasi bangunan kuburan itu berada di Desa Bagan Baru Kecamatan Nibung Hangus.

“Kalau total kuburan yang dibangun di sepanjang jalan rusak itu ada 17 buah. Lengkap dengan nisan dari kayu dan bunga rampai sehingga memang benar benar dibuat mirip kuburan,” kata Zein salah seorang pemuda setempat yang dikonfirmasi detikSumut, Jumat (28/10/2022).

Ia mengatakan bangunan kuburan tersebut memang sengaja dibuat oleh pemuda di desanya sebagai bentuk kekesalan warga karena jalan yang berstatus milik pemerintah kabupaten itu tak kunjung tersentuh pembangunan sama sekali.

Kepala Desa Bagan Baru, Benyamin saat dikonfirmasi wartawan memaklumi kritik yang disampaikan warga desanya terhadap pembangunan kuburan di pinggir jalan tersebut. Meski demikian ia menjelaskan usulan pembangunan telah disampaikan mulai dari Musrenbang bahkan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau usulan sudah sering lah, di musrenbang, ke DPRD sampai kami jemput itu ke Bappeda, namun kondisinya yang kita lihat saat ini. Wajar juga masyarakat kecewa itu hak mereka,” kata dia. (MS10)