Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineHukrimMedan

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Ditreskrimsus Polda Sumut Periksa ATB

×

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Ditreskrimsus Polda Sumut Periksa ATB

Sebarkan artikel ini

mediasumutku.com | MEDAN – Subdit V/Cayber Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap terlapor pencemaran nama baik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Sumatra Utara (Sumut), Franc Renhard Tumanggor,Jumat (18/9). Terlapor adalah ATB pemilik akun media sosial (medsos) facebook atas nama Antan Sulangat Brutu alias Eldon Brutu.

“Ya benar, kita sedang mendengar keterangan terlapor saat ini,”kata Kasubdit V/Cayber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Bambang Rubianto kepada saat dikonfirmasi wartawan,Jumat (18/9).

Saat ditanya, sejauh mana hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Bambang mengaku belum bisa memberikan kesimpulan.

Pelapor sekaligus kuasa hukum korban, Rinto Maha dan Jundri Brutu kepada wartawan mengatakan, terlapor dilaporkan ke Subdit V/Cayber Ditreskrimsus Polda Sumut atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada kliennya, Franc Berhard Tumanggor yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumut (dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat). Dimana dalam unggahannya di medsos Facebook akun Anta Sulangat Brutu alias Eldon Brutu, kata dia, terlapor menuliskan perkataan yang sangat tendensius terhadap korban.

Baca Juga:   Wagub Musa Rajekshah Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD Sumut 2022

“Jadi postingan-potingan terlapor itu mengarah ke ujaran kebecian, sehingga kita laporkan,”kata Rinto.

Dalam postingannya, lanjutnya, terlapor menuduh bahwa korban menjual suara masyarakat Pakpak Bharat sebagai kepentingan politik karena memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke wilayah Pakpak Bharat. Selain itu, terlapor juga banyak mempolitisir perkataan-perkataan korban yang postif menjadi negatif di akun media sosialnya.

“Hal ini tentu sangat merugikan korban sebagai tokoh masyarakat yang ingin berbuat baik namun malah difitnah sedememikian rupa,” tandasnya.

Padahal, tambahnya korban memberikan bantuan APD di bulan April 2020 itu murni sebagai bentuk perhatian beliau sebagai anggota DPRD Sumut, terlebih belum ada tahapan Pemilukada di Pakpak Bharat. Makanya klien saya bertanya-tanya, ada apa ini. Kenapa malah di fitnah-fitnah, kan tidak benar ini.

Baca Juga:   Sembuh Corona Sumut Ada 1.716 Orang

Untuk itu, lebih lanjut diungkapkannya, ia selaku pelapor sekaligus kuasa hukum korban berharap agar penyidik segera mengembangkan kasus tersebut. Sebab, dia menduga, perbuatan terlapor diduga ditunggangi oleh oknum tertentu untuk mencemarkan nama baik korban.

“Apalagi, terlapor ini adalah oknum BUMD di Pakpak Bharat. Jadi kesannya, dia (terlapor) ini mendukung salah satu calon kepala daerah di wilayah Pakpak Bharat atau rival klien kami. Makanya kita minta penyidik untuk segera menetapkan terlapor sebagai tersangka dan mengemabangkan kasus ini. Siapa yang menyuruh, siapa yang mendanai, apa motifnya, siapa-siapa saja yang terlibat dibaliknya. Ini perlu dilalukan, agar kasus ini terbuka secara terang benderang,” ungkapnya.

Baca Juga:   PKM, Universitas Asahan Peringkat ke – 7 PTS se-Sumut

Ia juga mengingatkan kepada oknum-oknum di Pakpak Baharat agar profesional dan tidak menjatuhkan nama baik kliennya dengan perkataan-perkataan tidak benar. Mengingat, di wilayah Pakpak Bharat dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah.

“Kita pasti tidak diam. Siapapun yang melakukan hal kotor seperti itu lagi kepada klien kita, pasti akan kita laporkan ke pihak yang berwajib,”pungkasnya. (MS9)