Scroll untuk baca artikel
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
Media Sumutku Biru
PlayPause
previous arrow
next arrow
HeadlineKesehatanNasional

Gawat, 500 Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna Diduga Terinfeksi Covid 19

×

Gawat, 500 Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna Diduga Terinfeksi Covid 19

Sebarkan artikel ini

Mediasumutku.com I Surabaya : Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid 19 Jawa Timur, Joni Wahyudi, mengatakan, manajemen perusahaan PT HM Sampoerna Tbk telah menutup sebagian kompleks pabriknya di Surabaya setelah dua karyawannya terkonfirmasi meninggal dunia setelah dinyatakan positif Coronavirus Disease atau COVID-19. Terkait kasus ini, ratusan karyawan perusahaan pembuat rokok itu telah diisolasi di hotel dan diobservasi setelah di-tracing.

Joni mengaku Gugus Tugas COVID-19 sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen PT Sampoerna untuk serius menangani kasus Covid 19 itu.

“Kira-kira ada 500 orang di pabrik itu (yang berpotensi tertular). Manajemen sudah menutup sementara kompleks itu, karyawannya juga diliburkan,” kata Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu malam, 29 April 2020 sebagaimana dikutip viva.co.id.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya itu menuturkan, dua karyawan yang positif corona meninggal dunia pada 18 April 2020 lalu. Berdasarkan hasil tracing, terdapat sembilan orang yang diduga kuat pernah berkontak langsung dengan dua pasien positif ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan dirawat di rumah sakit.

Baca Juga:   Data Update Corona 12 Mei 2020: Positif 14.749, Sembuh 3.063 dan Meninggal Dunia 1.007

Tim juga sudah melakukan swab terhadap 163 karyawan dan masih ditunggu hasil tes PCR-nya. Selain itu, Gugus Tugas juga melakukan rapid test terhadap 323 karyawan lainnya. Hasilnya, sebanyak 100 orang diketahui reaktif (positif berdasarkan rapid test). Mereka yang reaktif langsung diisolasi dan ditindaklanjuti dengan swab-PCR pada Kamis, 30 April 2020.

Joni menegaskan, oleh pihak Sampoerna, ke-100 karyawan yang hasil rapid test-nya reaktif itu langsung diisolasi di hotel untuk menjalani observasi selama 14 hari. Ia tidak menyebutkan di hotel mana mereka diisolasi. “Semuanya sudah diisolasi di hotel yang disediakan perusahaan,” ujarnya.

Kasus pada salah satu pabrik rokok HM Sampoerna itu bisa menjadi klaster baru penularan Corona di Jawa Timur. Sebab, perusahaan tersebut telah mempekerjakan ribuan orang. Sebelumnya, klaster penularan yang jadi sorotan ialah Klaster Asrama Haji Surabaya, tempat diselenggarakannya pelatihan calon petugas haji pada awal sampai pertengahan Maret 2020 lalu.

Baca Juga:   Edy Rahmayadi Sambut Baik Perayaan Waisak Permabudhi